Pogba dan Lukaku Diklaim Ribut Soal Penalti di Man United

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 11:57 WIB
Pogba dan Lukaku Diklaim Ribut Soal Penalti di Man United Paul Pogba dan Romelu Lukaku diklaim ribut di ruang ganti usai Manchester United kalahkan Southampton 3-2. (Reuters/Lee Smith)
Jakarta, CNN Indonesia -- Romelu Lukaku diklaim sempat terlibat keributan dengan Paul Pogba di ruang ganti pemain usai Manchester United mengalahkan Southampton 3-2 pada laga pekan ke-29 Liga Inggris 2018/2019, Sabtu (2/3).

Media Inggris The Sun mengklaim kedua pemain tersebut cekcok ihwal tendangan penalti. Lukaku pun disebut membahas kebaikan Mohamed Salah terkait eksekusi penalti pada laga Liverpool.

Lukaku dikabarkan sangat kesal karena Pogba tidak membiarkannya mengambil eksekusi penalti. Man United memang mendapat hadiah tendangan penalti setelah pemain Southampton Stuart Armstrong menjatuhkan Marcus Rashford pada tambahan waktu babak kedua.


Pogba mengambil eksekusi penalti tersebut dan gagal menyarangkan bola lantaran ditepis kiper Angus Gunn. Rupanya, Lukaku dikabarkan sempat meminta untuk mengeksusi penalti tersebut kepada Pogba.

Paul Pogba gagal melesakkan bola ke gawang Southampton melalui eksekusi penalti. (Paul Pogba gagal melesakkan bola ke gawang Southampton melalui eksekusi penalti. (REUTERS/Carl Recine)
Pemain timnas Belgia itu ingin melengkapkan golnya pada laga itu menjadi hattrick setelah mencetak dua gol ke gawang Southampton pada menit ke-59 dan 88. Namun, Pogba tidak menggubris keinginan rekan setim itu dan memilih mengeksekusi sendiri tendangan penalti tersebut.

Di ruang ganti usai laga, Lukaku kesal dengan Pogba dan mengingatkan pemain timnas Prancis itu bahwa ia pernah membelanya ketika rekannya itu terlibat konflik dengan manajer tim sebelumnya, Jose Mourinho.

Lukaku bahkan disebut sumber The Sun membandingkan keegoisan Pogba itu dengan kebaikan yang pernah dilakukan bintang Liverpool, Mohamed Salah, yang pernah memberikan penalti kepada Roberto Firmino. Hadiah itu diberikan agar pemain asal Brasil tersebut bisa mencatatkan hattrick setelah mencetak dua gol ke gawang Arsenal.

Padahal, Salah saat itu yang seharusnya mendapat kepercayaan untuk melakukan eksekusi penalti ke gawang The Gunners. Saat itu The Reds menang 5-1 atas tim besutan Unai Emery. (bac/har)