Persija Ingin Eks Timnas Indonesia Jadi Ketua Umum PSSI

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 14:28 WIB
Persija Ingin Eks Timnas Indonesia Jadi Ketua Umum PSSI Persija ingin mantan pemain jadi Ketua Umum PSSI. (Martinus Adinata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persija Jakarta berharap mantan pemain nasional berpeluang untuk menjadi Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (Ketum PSSI) menggantikan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Sebelumnya Edy mundur dari induk organisasi sepak bola Indonesia tersebut dengan menyerahkan jabatannya kepada Wakil Ketum PSSI Joko Driyono dalam kongres tahunan di Bali pada Minggu (20/1).

Tidak sampai sebulan jadi Pelaksana tugas (Plt.) Ketum PSSI, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka oleh Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola atas kasus perusakan dan pencurian barang bukti di kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.


Empat hari setelah penetapan tersangka, Joko mengumumkan PSSI bakal segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menetapkan pemimpin baru dalam organisasi tersebut.

Menanggapi hal ini, manajer Persija Ardhi Tjahjoko mengatakan pihaknya bakal mengikuti mekanisme atau aturan yang sudah dibuat. Ia juga berharap semua pihak menaati aturan-aturan itu.

Persija ingin semua pihak mematuhi aturan untuk mencari pengganti Edy Rahmayadi.Persija ingin semua pihak mematuhi aturan untuk mencari pengganti Edy Rahmayadi. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
"Kalau kita tidak menghormati atau mematuhi aturan mainnya, siapa lagi [yang menghormati]? Begitu saja," kata Ardhi kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (20/2).

Bagi Ardhi, siapa pun bisa menjadi ketum PSSI. Yang jelas, katanya, sosok pemimpin PSSI pengganti Edy paling tidak mengerti tentang sepak bola dan budaya sepak bola di Indonesia.

Djohar Arifin adalah Ketum PSSI terakhir yang berasal dari mantan pesepakbola.Djohar Arifin adalah Ketum PSSI terakhir yang berasal dari mantan pesepakbola. (M. Arby Rahmat Putratama)
"Kami bersyukur [bila ketum PSSI yang baru berasal] dari salah satu mantan pemain nasional," ucap dia.

Ketika ditanya pemain nasional yang pantas menjabat sebagai ketum PSSI, Ardhi hanya berkomentar singkat.

"Kalau urusan itu, saya rasa pasti ada yang mampu. Tetapi saya serahkan kembali kepada pemilik suara [klub-klub Liga Indonesia dan Asosiasi Provinsi]," Ardhi menuturkan.

Kali terakhir pucuk kekuasaan PSSI dipimpin mantan pemain nasional di era Djohar Arifin Husin pada 2011-2015. Semasa bermain Djohar pernah memperkuat PSL Langkat dan PSMS Medan.

Akan tetapi banyak kontroversi yang terjadi di kepemimpinan Djohar yang menggantikan Nurdin Halid itu. Mulai dari mengubah nama kompetisi menjadi Liga Primer Indonesia, hingga liga itu yang tidak berakhir dengan tuntas. Selain itu muncul juga dualisme kepengurusan induk sepak bola, versi Djohar dan La Nyalla Mattalitti. (map/bac)