Timnas Indonesia U-22 vs Malaysia, Indra Punya Rapor Buruk

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 11:57 WIB
Timnas Indonesia U-22 vs Malaysia, Indra Punya Rapor Buruk Indra Sjafri punya rekor buruk lawan Malaysia. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri dibayangi rapor buruk jelang menghadapi Malaysia di pertandingan kedua Grup B Piala AFF U-22 2019 di Stadion Olimpiade, Rabu (20/2).

Laga melawan Malaysia menjadi duel krusial untuk Timnas Indonesia U-22. Skuat Garuda muda perlu memenangi pertandingan ini untuk menjaga kans ke semifinal.

Timnas Indonesia U-22 sejatinya lebih diunggulkan dalam laga nanti karena memiliki beberapa keuntungan. Indra Sjafri sudah lebih mengenal pemainnya yang sebelumnya berada di Timnas Indonesia U-19.


Jelang pertandingan sore ini Timnas Indonesia U-22 punya waktu istirahat lebih lama dibanding Malaysia. Pasalnya di laga pertama pada Senin (18/1), Timnas Indonesia U-22 bermain sore melawan Myanmar (1-1) sedangkan Malaysia tanding malam hari (0-1).

Skor imbang 1-1 yang didapat di laga pertama juga diyakini membuat Timnas Indonesia U-22 lebih percaya diri untuk mendapat poin berikutnya. Sementara Malaysia sedikit tertekan lantaran berada di dasar klasemen Grup B.

Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 jadi salah satu mimpi buruk Indra Sjafri saat melawan Malaysia.Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 jadi salah satu mimpi buruk Indra Sjafri saat melawan Malaysia. (AFP PHOTO / KIM DOO-HO)
Meski memiliki sejumlah keuntungan, Indra Sajfri sejatinya masih dalam bayang-bayang rekor buruk saat bertemu Malaysia. Dikutip dari Futbol24, pelatih asal Sumatera Barat itu sudah empat kali menghadapi Malaysia di berbagai ajang.

Pada Piala AFF U-19 2013 yang merupakan pertemuan pertama Indra Sjafri dengan Malaysia, Timnas Indonesia U-19 hanya bermain imbang 1-1.

Timnas Indonesia tertinggal lebih dulu berkat gol Muhammad Jafri (10'), namun Ilham Udin Armaiyn bisa menyamakan kedudukan di menit ke-53. Timnas Indonesia akhirnya keluar sebagai juara di turnamen tersebut.

Satu tahun berikutnya di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014, Timnas Indonesia U-19 bentrok dengan Malaysia di laga pertama Grup B. Kedua tim bermain imbang 0-0. Akan tetapi di klasemen akhir Timnas Indonesia berada di posisi kelima dengan empat poin dari lima laga.

Pertemuan berikutnya bagi Indra Sjafri terjadi di Kualifikasi Piala AFC U-19 2018 pada November 2017. Akan tetapi Saddil Ramdani dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan 1-4 Malaysia di laga itu.

Untuk kedua kalinya dalam dua tahun beruntun Timnas Indonesia kalah dari Malaysia. Pada semifinal Piala AFF U-19 2018 yang digelar di Stadion Gelora Delta, Timnas Indonesia kalah 2-3 dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 dalam 90 menit dan tambahan waktu. (sry/bac)