Istana Ikut Cari Sosok Ketua Umum PSSI

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 18:05 WIB
Istana Ikut Cari Sosok Ketua Umum PSSI Istana turut memikirkan posisi Ketum PSSI yang tengah lowong seusai Edy Rahmayadi mengundurkan diri. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istana ikut mencari sosok yang bisa memimpin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), setelah Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memutuskan menanggalkan jabatan itu.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mengundang sejumlah orang yang berkecimpung di dunia sepak bola untuk membicarakan masa depan persepakbolaan Indonesia.

Moeldoko menyatakan salah satu hal yang dibahas adalah masalah PSSI. Namun, kata Moeldoko dalam pembicaraan itu belum ditemukan sosok yang pas untuk memimpin PSSI.


"Membicarakan PSSI ke depan, tapi waktu itu belum ketemu figur yang pas seperti apa di PSSI," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/2).

Pemilihan Ketua Umum PSSI sendiri didasarkan pada voter-voter yang memiliki hak pilih dalam kongres dan tak bisa melalui penunjukan langsung.
Moeldoko menyebut masalah posisi Ketum PSSI turut diperhatikan oleh Istana.Moeldoko menyebut masalah posisi Ketum PSSI turut diperhatikan oleh Istana. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Moeldoko mengaku ikut mendampingi Jokowi ketika bertemu dengan beberapa pihak yang aktif di dunia olahraga, termasuk sepak bola. Selain membicarakan masalah PSSI, turut dibahas soal turnamen Piala Presiden 2019.

"Saya tahu persis apa yang dibicarakan, membicarakan tentang kondisi PSSI saat ini. Berikutnya membicarakan tentang rencana piala presiden agar tak ada kevakuman," ujarnya.

PSSI, induk olahraga sepak bola di Indonesia, tengah diterpa masalah saat ini. Salah satu persoalannya adalah kasus dugaan pengaturan skor.

Saat kasus dugaan pengaturan skor mencuat, Eddy Rahmayadi mengundurkan diri sebagai ketua umum PSSI. Posisi Gubernur Sumatera Utara itu langsung digantikan Joko Driyono sebagai Plt ketua umum PSSI.

Namun belum lama menjabat Plt ketua umum PSSI, Joko ditetapkan sebagai tersangka perusakan garis polisi dan pengambilan barang bukti terkait kasus dugaan pengaturan skor.

Joko pun telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya selama hampir 20 jam sepanjang Senin (18/2) siang hingga Selasa (19/2) pagi. Pria yang akrab disapa Jokdri itu diperiksa sebagai tersangka perusakan garis polisi dan pencurian barang bukti.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan Jokdri masih akan diperiksa Kamis (21/2) karena pihak Satgas Anti Mafia Bola belum selesai mengajukan pertanyaan. Dari 32 pertanyaan yang direncanakan, pihak Satgas baru mengajukan 17 pertanyaan kepada Joko. (fra)