Fakhri Rela Hilang Jabatan demi Latih Timnas Indonesia U-19

CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 20:27 WIB
Fakhri Rela Hilang Jabatan demi Latih Timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini (kiri) rela kehilangan jabatan di perusahaan demi menangani Timnas Indonesia U-19. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Fakhri Husaini menegaskan rela kehilangan jabatan struktural tempatnya bekerja di PT Pupuk Kaltim demi menangani Timnas Indonesia U-19.

Fakhri masih menunggu surat resmi dari PSSI ke PT Pupuk Kaltim agar bisa memulai pencarian pemain. Ia menyebut hal ini bukan hal baru.

"Perusahaan belum bisa memberikan izin, menunggu [surat resmi PSSI]. Perjanjian kerja saya memang mengatur soal membela negara, konsekuensi harus saya terima. Hak-hak karyawan hilang saat saya membela Timnas Indonesia, bahkan sekarang saya juga tidak menjabat di jabatan struktural," kata Fakhri kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (12/2).


"Ini konsekuensi yang harus saya terima. Kemarin saya Kepala Bagian Superintendent Bina Wilayah CSR, itu setingkat Eselon III. Sekarang saya Staf bidang CSR. Saya sebagai warga negara, ini [pelatih Timnas Indonesia U-19] panggilan negara dan tak mungkin bisa tolak itu," katanya menambahkan.

Syarat utama agar bisa sepenuhnya fokus melatih Timnas Indonesia U-19, lanjut Fakhri, adalah izin dari perusahaan. Ia mengaku belum tahu kapan PSSI akan berkirim surat.

Para pemain Timnas Indonesia U-19 saat masih ditangani Indra Sjafri. (Para pemain Timnas Indonesia U-19 saat masih ditangani Indra Sjafri. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Dan saya berharap bisa dikirim secepatnya karena butuh proses untuk mencari pemain," ucap dia.

Lebih lanjut, Fakhri menyampaikan Timnas Indonesia U-19 nantinya akan banyak diisi para pemain kelahiran 2001 dan 2002. Salah satu sumber pemain tersebut berasal dari program Garuda Select PSSI.

Sebelumnya, sebanyak 24 pemain program Garuda Select bertolak ke Inggris pada Selasa (15/1) dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB). Para pemain ini akan mendapat pelatihan dengan standar Eropa, baik di dalam dan di luar lapangan selama enam bulan.

Garuda Select merupakan program hasil kerja sama PSSI dengan pihak swasta yang direncanakan berlangsung selama 10 tahun. Untuk angkatan pertama, usia rata-rata pemain yang berangkat ke Inggris di bawah usia 17 tahun.

"Yang di Inggris itu pemain kelahiran 2002. Tentu bisa saja ada di antara pemain di sana masuk menjadi pemain di U-18, tapi saya sebenarnya agak lebih mudah karena PSSI menggelar kompetisi U-19 kemarin. Ada beberapa sumber pemain lain yang bisa dipakai seperti Piala Soeratin, Elite Pro Academy karena mereka menghadirkan pemain kelahiran 2001," ujar Fakhri.

"Saya minta PSSI menyiapkan data-data pemain potensial. Sebenarnya kalau ini bisa terdata dengan baik, seharusnya tidak sesulit menangani U-16 kemarin," ujarnya melanjutkan.

Mengenai target, Fakhri menerangkan ada dua agenda penting bagi Timnas Indonesia U-19 tahun ini. Pertama, Piala AFF U-19 di Vietnam pada Agustus. Kedua, Kualifikasi AFC U-19 pada November.

"AFC Cup harus lolos kualifikasi. Kemarin [Timnas Indonesia] U-16 babak pertama saja yang lolos, lalu babak kedua kalah lawan Australia. Saya tidak ingin mengubah target itu, masih realistis bagi U-19 untuk lolos kualifikasi," tutur Fakhri.

"Di AFF ini sasaran antara saja, tapi kami juga tak ingin tampil ala kadarnya," tuturnya kembali. (map/jun)


BACA JUGA