Kena Kasus Pelecehan, Simic Bisa Main di Newcastle vs Persija

CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 12:07 WIB
Kena Kasus Pelecehan, Simic Bisa Main di Newcastle vs Persija Marko Simic tetap bisa bermain dalam laga Persija Jakarta lawan Newcastle Jets. (dok. Persija Jakarta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic tetap bisa bermain dalam laga lawan Newcastle Jets di putaran kedua kualifikasi Liga Champions Asia, Selasa (12/2), meski kini tengah dihadapkan kasus tuduhan pelecehan terhadap wanita.

Simic dituduh melakukan pelecehan pada seorang penumpang wanita dalam penerbangan dari Bali menuju Sydney, Minggu (10/2). Atas tuduhan tersebut, Simic harus menjalani sidang perdana di Sydney pada Selasa pagi atau beberapa jam sebelum laga Newcastle Jets vs Persija.

Meski menjalani sidang, Simic masih tetap bisa bermain untuk Persija. Dikutip dari Sydney Morning Herald, usai menjalani sidang Simic dan pengacaranya bergegas menggunakan taksi pada pukul 11.30 waktu setempat.


Pertandingan Newcastle Jets vs Persija akan digelar pada pukul 19.00 waktu setempat atau 15.00 WIB.

Dengan kondisi Simic yang lelah, baik secara psikis maupun fisik lantaran harus menjalani serangkaian pemeriksaan sejak mendarat pada Minggu, kini Persija tinggal menanti keputusan dari Ivan Kolev terhadap Simic di laga tersebut.

Hakim Jennifer Atkinson sendiri sudah menyatakan bahwa Simic tidak akan mendapat perlakuan istimewa dalam kasus tersebut. Paspor Simic juga telah ditahan hingga sidang selanjutnya digelar.

Marko Simic jadi bomber andalan Persija Jakarta sejak musim lalu.Marko Simic jadi bomber andalan Persija Jakarta sejak musim lalu. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
"Kasus ini tidak akan bisa selesai dalam beberapa hari," ucap Atkinson seperti dikutip dari Sydney Morning Herald.

Atkinson menyatakan butuh waktu untuk menyiapkan bukti dan ia menjamin bahwa masalah visa tinggal yang sempat dikhawatirkan oleh pengacara Simic akan bisa ditangani dengan baik.

Jadwal sidang Simic berikutnya di Pengadilan Downing adalah pada 9 April. (ptr/har)