Direktur Persija Jelaskan Keberadaan Dokumen di Kuningan

CNN Indonesia | Minggu, 10/02/2019 01:07 WIB
Direktur Persija Jelaskan Keberadaan Dokumen di Kuningan Kokoh Afiat (kedua dari kiri) menjelaskan keberadaan dokumen Persija di kantor Rasuna Office Park Kuningan. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Persija Jakarta, Kokoh Afiat, memberikan penjelasan soal polemik dokumen yang ditemukan di Kantor Komite Disiplin (Komdis) PSSI di Rasuna Office Park (ROP), Kuningan, Jakarta beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Satgas Anti Mafia Bola Polri menggeledah Kantor Komdis PSSI pada penggeledahan pada Jumat (1/2). Pada penggeledahan tersebut ditemukan dokumen keuangan yang disebut milik Persija.

Padahal, mantan Direktur Persija Jakarta Gede Widiade menyebut saat itu kantor Persija masih berada di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Gede mengaku tidak tahu soal perubahan kantor seperti yang ditanyakan kepadanya beberapa waktu lalu.


"Sebenarnya [kantor Persija] belum pindah, kantor Persija masih di Duren Tiga. Kebetulan saya sedang persiapkan kantor baru Persija di Rasuna Office Park. Rencana pembangunannya selesai 21 Februari 2019."

"Karena posisi saya Direktur Utama yang selama ini bantu Persija dengan Pak Gede di sisi keuangan. Kebetulan kantor saya di Rasuna, jadi audit yang sedang kami lakukan saya pindah ke Rasuna untuk efisiensi dan efektifitas saya dalam pengawasan," jelas Kokoh, Sabtu (9/2).

Ketua Dewan Pembina Persija, Syafruddin mengomentari soal penyelidikan Satgas Anti Mafia Bola soal dokumen Persija di kantor Kuningan. (Ketua Dewan Pembina Persija, Syafruddin mengomentari soal penyelidikan Satgas Anti Mafia Bola soal dokumen Persija di kantor Kuningan. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kokoh juga menyebut telah memberitahu Gede terkait rencana perpindahan kantor Persija ke Rasuna. Termasuk soal pemeriksaan dokumen keuangan Persija yang sering dibawa Kokoh ke Rasuna yang sudah diketahui Gede.

"Kadang saya ajak mereka ke Rasuna. [Bawa dokumen ke Rasuna] ada kaitannya dengan audit supaya fokus karena Persija mau melakukan proses IPO jadi saya intens dalam audit," terangnya.

Kendati demikian, Kokoh enggan berkomentar lebih jauh soal dokumen yang ditemukan Satgas dan keterlibatan Persija dalam kasus pengaturan skor di sepak bola.

"Saya tidak mau berpolemik karena ini sudah menyangkut ranah hukum, biar polisi bekerja jadi semua saya serahkan ke Satgas. Jadi saya tidak akan mengomentari itu," ungkapnya.

Kokoh juga tidak mau berkomentar soal waktu pengunduran diri Gede dari Persija yang dianggap tidak tepat lantaran saat terjadinya polemik.

"Saya tidak mau berpolemik dan berandai-andai. Sampai saat ini saya baru menerima dua surat pengundiran diri resmi yaitu Gede Widiade sebagai Direktur Utama dan Rafil Perdana sebagai COO," tuturnya. (TTF/sry)