Ketua Dewan Pembina Persija Tolak Usul KLB PSSI

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 15:58 WIB
Ketua Dewan Pembina Persija Tolak Usul KLB PSSI Syafruddin menolak ide KLB untuk mengisi kursi ketua umum PSSI yang ditinggal Edy Rahmayadi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pembina Persija Jakarta Syafruddin tidak mendukung penyelenggaraan Kongres Luar Biasa [KLB] untuk memilih ketua umum PSSI pengganti Edy Rahmayadi.

PSSI saat ini dipimpin Joko Driyono sebagai pelaksana tugas ketua umum, mengganti Edy yang masih menyisakan satu tahun masa kepemimpinan sebelum berakhir.

Namun, jika ada dua pertiga pemilik suara dari klub-klub dan Asosiasi Provinsi menghendaki KLB, maka pemilihan ketua umum PSSI untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Edy pada masa kepengurusan 2016-2020 bisa saja dilakukan.


"Saya berkali-kali menyarankan kepada PSSI, untuk menyelesaikan tugasnya sampai 2020. Sebagai bagian dari pengurus olahraga yang senior - sudah 20 tahun lebih di dunia olahraga - PSSI kongresnya reguler saja dan tidak usah [Kongres] Luar Biasa," kata Syafruddin yang juga menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

"Kenapa? Karena selama ini selalu saja berkutat masalah penjatuhan-penjatuhan, ada intrik. Oleh karena itu, coba normalkan masalah ini," katanya menambahkan.

Ketua Dewan Pembina Persija Tolak Usul KLB PSSIEdy Rahmayadi menyerahkan tongkat kepemimpinan PSSI kepada Joko Driyono.  (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Syafruddin ingin agar para pemilik suara memilih ketua umum pengganti Edy tanpa mekanisme KLB.

"Apalagi masalah sepak bola itu ada namanya yaitu statuta FIFA. Itu harus diikuti juga, tidak bisa seenaknya. Kalau sekarang KLB, nanti ada yang tercederai dan mencederai lagi," ucap dia.

"Jadi saya sarankan kongres reguler saja, supaya aman-aman semua ini. Tidak terlalu masalah besar ini. Tinggal selesaikan dengan baik, pikiran yang bagus, visi yang positif, profesional, jangan ada intrik-intrik dan pikiran kotor di dalam [PSSI]," ucapnya melanjutkan.

Syafrudin menegaskan PSSI harus diurus orang-orang yang berpikiran bersih agar pendukung sepak bola Indonesia yang selalu antusias bisa menyaksikan Timnas Indonesia bangkit.

Mengenai sosok Joko Driyono yang untuk sementara memimpin PSSI, Syafruddin enggan berkomentar banyak.

"Saya tidak bisa menilai orang, saya hanya bicara orang dan profesionalisme. Silakan publik yang menilai, ini sudah jaman terbuka," ujarnya kembali.

Lebih lanjut, Syafruddin menilai sepak bola Indonesia dipandang masyarakat cukup bagus sekarang. Selain itu, lanjutnya, sepak bola Indonesia juga sudah mulai diperhitungkan oleh negara-negara lain. Syafruddin juga yakin sebagian dari pengurus di tingkat pusat maupun klub, memiliki niatan memajukan sepak bola Indonesia. (nva/jun)