Sala: Darah Argentina, Besar di Prancis, Berakhir di Inggris

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 15:25 WIB
Sala: Darah Argentina, Besar di Prancis, Berakhir di Inggris Emiliano Sala banyak menghabiskan karier di Perancis. (LOIC VENANCE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Emiliano Sala merupakan pemain asal Argentina yang banyak mengenyam ilmu sepak bola Eropa lantaran beredar di kompetisi Prancis sejak usia muda sampai akhirnya tinggal nama ketika hendak menjalani karier di Liga Inggris.

Sala lahir pada 31 Oktober 1990 di Santa Fe, Argentina. Putra Horacio Sala dan Mercedes Taffarel itu mengawali jejak sebagai pesepakbola di klub San Martin de Progreso. Seorang pemandu bakat yang melihat sosok Sala membawanya ke tim Proyecto Crecer.
Sempat bermain di Spanyol, Sala kemudian kembali ke Argentina sebelum melanjutkan perjalanan karier ke salah satu klub juara Liga Prancis, Girondins de Bordeaux yang merupakan klub afiliasi dari Proyecto Crecer.

Sampai di akademi Bordeaux pada 2010, Sala baru menjalani debut di tim senior klub tersebut pada laga Piala Perancis pada musim 2011/2012. Pemain yang mengidolakan Gabriel Batistuta itu tidak langsung menemukan pintu sukses. Bordeaux meminjamkannya kepada beberapa klub yang berada di divisi bawah, seperti Orleans dan Niort.
Sala: Darah Argentina, Besar di Prancis, Berakhir di InggrisKarier Emiliano Sala menanjak ketika membela Nantes. (JEAN-SEBASTIEN EVRARD / AFP)
Kembali ke Bordeaux pada musim 2014/2015, Sala tidak kunjung menempati pilihan utama. Tampil 12 kali dan mencetak satu gol pada putaran pertama, pendukung klub Independiente itu kemudian kembali dipinjamkan ke klub Ligue 1 lainnya, Caen. Sala berhasil mengemas lima gol dari 13 kali berlaga membela Caen.

Bordeaux memutuskan menjual Sala ke Nantes pada musim 2015/2016 dengan harga €1 juta. Di klub yang lekat dengan warna kuning hijau itu Sala mendapat tempat utama.

Kendati tak rajin membobol gawang lawan, Sala terus mendapat kesempatan tampil sebagai starter. Pemain bertinggi 187 cm itu bermain dalam 133 pertandingan dan menyumbang 48 gol selama tiga setengah musim berkostum Nantes.
Sala: Darah Argentina, Besar di Prancis, Berakhir di InggrisFan Nantes memperlihatkan kostum Emiliano Sala. (AP Photo/David Vincent)
Sejak musim 2016/2017, Sala mampu mencetak dua digit gol dalam setiap musim. Bahkan Sala mampu menjadi salah satu penghuni papan atas dalam daftar pemain pencetak gol pertama di Ligue 1 hingga separuh musim 2018/2019. Dengan 12 gol, Sala berada di bawah Kylian Mbappe, Edinson Cavani, Nicolas Pepe, dan Neymar.

Kemampuan mencetak gol Sala membuat Cardiff City yang tengah berupaya menjauh dari zona degradasi di Liga Inggris berbulat tekad merekrutnya dari Nantes. Tidak main-main, Cardiff mendatangkan Sala dengan label pemain termahal yang pernah dibeli klub asal Wales tersebut.
Setelah sempat berpose dengan kostum Cardiff City dan memberikan pernyataan dalam konferensi pers sebagai pemain anyar The Blue Birds, Sala dipastikan tidak akan merumput dengan mengenakan jersey biru khas Cardiff.

Kepergian Sala yang cukup mengejutkan tak hanya menjadi duka bagi kubu Cardiff City atau Nantes saja, tetapi menjadi momen haru bagi sepak bola dunia.


Jenazah Sala ditemukan di dasar Selat Inggris, Kamis (7/2), setelah pesawat Piper Malibu yang ditumpanginya mengalami kecelakaan pada 21 Januari lalu.  (nva/har)


BACA JUGA