Penantang Muhammad Ali di Jakarta Hidup Miskin di Bulgaria

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 21:28 WIB
Penantang Muhammad Ali di Jakarta Hidup Miskin di Bulgaria Muhammad Ali meraih berbagai kemenangan dalam masa jayanya, termasuk atas Lubbers. (ANTARA FOTO/REUTERS/Action Images/Sporting Pictures/File Photo/pd/16)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan petinju kelas berat asal Belanda, Rudie Lubbers, hidup dengan keterbatasan. Pada 46 tahun lalu, Lubbers sempat tenar lantaran menjadi lawan tarung petinju legendaris Amerika Serikat Muhammad Ali.

Dilansir dari Reuters pada Senin (4/2), Lubbers dan kekasihnya, Ria, tinggal dalam kemiskinan di Bulgaria selama dua bulan terakhir. Mereka bertahan hidup di tengah cuaca yang sangat dingin dalam sebuah mobil van yang rusak dengan beberapa anjing liar, kekurangan listrik, air, dan fasilitas sanitasi yang buruk.

Akibatnya, kondisi Ria memburuk dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis pada Jumat (1/2). Lubbers mengatakan kondisi Ria saat ini perlahan membaik, namun tetap harus berada di rumah sakit untuk beberapa hari ke depan.


"Dia [Ria] bisa segera melihat anjing-anjing kami lagi. Di Bulgaria, mustahil bisa hidup dalam sebuah rumah dengan banyak anjing. Anda bisa memiliki tiga atau empat ekor anjing, tapi kami sekarang memiliki 16 anjing," kata pria berusia 73 tahun tersebut.

"Saya bisa saja hidup normal, tapi saya tidak tahu apakah saya bisa tinggal di rumah. Saya lebih suka berkemah," katanya menambahkan.

Masyarakat setempat kadang memberikan makanan dan pakaian kepada Lubbers dan Ria untuk membantu mereka bertahan hidup dalam suhu yang ekstrem.

Kehidupan Lubbers yang sempat didokumentasikan lewat salah satu program televisi, membuat masyarakat Belanda kaget. Mereka lantas menggalang dana untuk membantu pahlawan negeri Kincir Angin itu dan terkumpul dana sekitar €12.500 atau berkisar Rp200 juta.

Sebagian dari mereka juga berkenan untuk memberikan tempat penampungan sementara untuk anjing-anjing Lubbers. Putra Lubbers yang belum pernah mengontak sang ayah selama dua tahun pun datang ke Bulgaria setelah melihat program televisi tersebut.

Muhammad Ali pernah bertarung di Jakarta menghadapi Rudie Lubbers.Muhammad Ali pernah bertarung di Jakarta menghadapi Rudie Lubbers. (REUTERS/Robert Galbraith)
Setelah pensiun dari dunia tinju, Lubbers dan Ria sempat bekerja di pasar malam selama beberapa tahun. Mereka juga sempat hidup nomaden di Libanon, Maroko, Mesir, Uni Emirat Arab, Portugal, sebelum akhirnya tiba di Bulgaria.

Di luar dari keterbatasan tersebut, Lubbers merasa pengalaman bertarung lawan Ali membuat dia secara mental lebih kuat dalam menghadapi hidup. "Pertarungan itu memberikan saya pelajaran, saya bisa bertahan di saini," ucapnya.

Ali mengalahkan Lubbers dengan kemenangan angka mutlak setelah bermain selama 12 ronde di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 20 Oktober 1973. Dari pertarungan tersebut, Lubbers mendapat bayaran sebesar US$125 ribu atau kurang lebih senilai Rp1,7 miliar jika dikonversi pada masa kini.

"Beberapa tahun setelah pertarungan itu, dia [Ali] datang ke Belanda. Ali berkata kepada saya: 'Rudi, Anda satu-satunya pria kulit putih yang membuat saya belajar sesuatu dari tinju'," ujar Lubbers yang menderita asma tersebut.

Hingga saat ini, Lubbers mengaku masih menonton tinju. "Saya cinta tinju, tapi tinju sekarang sudah berubah. Lebih seperti berkelahi saja sekarang," ujarnya. (nva/sry)