Pelatih Soal Liliyana Pensiun: Tontowi Mulai dari Nol Lagi

CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 14:21 WIB
Pelatih Soal Liliyana Pensiun: Tontowi Mulai dari Nol Lagi Pelatih ganda campuran Richard Mainaky mengatakan Tontowi Ahmad harus fokus memulai dari nol setelah Liliyana Natsir pensiun. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih utama ganda campuran Indonesia, Richard Mainaky mengatakan Tontowi Ahmad harus fokus memulai dari nol lagi usai Liliyana Natsir pensiun dari arena bulutangkis.

Liliyana terjun ke dunia bulutangkis sejak usianya sembilan tahun dan selama 17 tahun terakhir kariernya dihabiskan di pelatnas PBSI (Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Cipayung.

Sejak saat itu rentetan prestasi telah diciptakan Liliyana. Bersama Nova Widianto, keduanya telah meraih dua gelar juara di Kejuaraan Dunia (2005 dan 2007) serta 14 gelar di turnamen lainnya. Keduanya juga masih berada di puncak peringkat dunia ketika Nova memutuskan gantung raket.

Sementara saat berpasangan dengan Tontowi Ahmad, Liliyana berhasil meraih 12 gelar juara di turnamen super series, dua gelar Kejuaraan Dunia, hattrick gelar All England (2012, 2013 dan 2014) dan medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.


Sejujurnya, Richard juga mengaku sedih dengan keputusan pensiun yang diambil Liliyana. Namun, ia juga mengaku bangga dan puas karena sudah mengantarkan pebulutangkis yang akrab disapa Butet itu meraih banyak gelar juara di sepanjang kariernya.

Tontowi Ahmad merasakan total meraih 14 gelar juara bersama Liliyana Natsir. (Tontowi Ahmad merasakan total meraih 14 gelar juara bersama Liliyana Natsir. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
"Kalau ditanya sedih, ya sedih lah. Tapi saya bangga sudah bisa buat dia juara, puas," kata Richard kepada CNNIndonesia.com, Minggu (27/1).

"Pesan buat Butet, berjuanglah di luar sana, di luar bulutangkis seperti dia berjuang di arena bulutangkis. Buat Tontowi, setelah pertandingan saya sempat mengobrol, saya bilang sekarang jangan pikirkan hasil, fokus bekerja keras mulai dari nol lagi," ujarnya.

Keinginan Liliyana untuk pensiun sebenarnya sudah diungkapkan kepada Richard usai meraih emas di Olimpiade 2016. Namun, keinginan itu sempat ditolak Richard.

"Habis Olimpiade [2016] dia sudah mau pensiun. Tapi setelah Olimpiade itu saya masih paksa dia lagi buat main di Asian Games [2018]. Selanjutnya ini terakhir puncaknya," ungkap Richard.

Kini, Richard harus kehilangan pemain terbaiknya di sektor ganda campuran, bahkan tak hanya satu. Selain Liliyana, Deby Susanto juga memutuskan pensiun dan menjadikan Indonesia Masters sebagai turnamen terakhirnya. Namun, Richard mengaku hal itu tidak masalah.

Ia sadar bahwa tugas dari seorang pelatih untuk mengupayakan regenerasi atlet setelahnya. (TTF/jun)




BACA JUGA