Putra Permata Tegar Idaman
Menggemari bulutangkis dan mengagumi Roberto Baggio sejak kecil. Pernah bekerja di harian Top Skor dan Jakarta Globe. Kini menjadi penulis di kanal olahraga CNN Indonesia

Merelakan Liliyana Natsir Pergi

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Minggu, 27/01/2019 12:05 WIB
Merelakan Liliyana Natsir Pergi Liliyana Natsir pensiun di awal tahun 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Should auld acquaintance be forgot,
and never brought to mind?
Should auld acquaintance be forgot,
and auld lang syne?

Lagu 'Auld Lang Syne' adalah salah satu lagu paling populer di dunia yang berasal dari Skotlandia. Lagu tersebut diilhami dari sajak yang ditulis Robert Burns meskipun asal mulanya tidak sepenuhnya dari Burns. Lagu ini banyak diartikan ke berbagai bahasa, mulai dari Korea hingga India.

Lagu 'Auld Lang Syne' banyak dinyanyikan di momen menyambut pergantian tahun dan juga momen perpisahan seseorang. Lagu ini juga populer di jambore pramuka pada acara api unggun yang digelar di malam terakhir jelang jambore berakhir.


Tema lagu tentang perpisahan adalah salah satu tema yang paling menarik dan abadi. Lagu-lagu tentang perpisahan ada dari zaman ke zaman. Tak pernah basi dan bahkan berpotensi jadi lagu yang abadi, lagu yang tetap menawan mengiringi perkembangan zaman.

Berbicara tentang perpisahan, Indonesia tengah bersiap kehilangan salah satu mutiara yang dipunya, salah satu atlet terhebat yang pernah dimiliki Merah Putih. Ya, Indonesia akan kehilangan Liliyana Natsir.

Liliyana Natsir mengucap pisah pada bulutangkis, olahraga yang membesarkan namanya. Olahraga yang membuat Liliyana Natsir mengharumkan nama Indonesia.

Liliyana Natsir sudah jadi andalan Indonesia sejak usia muda.Liliyana Natsir sudah jadi andalan Indonesia sejak usia muda. (AFP PHOTO/Indranil MUKHERJEE)
Liliyana Natsir akan berpisah dengan bulutangkis. Indonesia akan memasuki tahun baru, tahun-tahun tanpa Liliyana Natsir.

Pertemuan adalah perpisahan. Begitu katanya. Ketika kita semua pernah begitu bersemangat mengelukan nama Liliyana Natsir, tentu kita juga harus bersiap untuk melihat jejak-jejak kepergiannya yang sesaat lagi terpampang di depan mata.

It was easier to say hello than to say goodbye
Now the bus is leaving once again, I bid farewell to you
I remember all the fun we had and all the tears when times were bad
But you were there when we were down and out

Farewell to You - White Lion

Ketika Indonesia sempat berpikir sulit mendapatkan kembali pemain sehebat Susy Susanti yang pensiun di 1998, sejatinya di saat bersamaan ada Liliyana Natsir muda yang tengah merajut mimpinya.

Ia merantau ke Jakarta dan berjuang mewujudkan mimpi besar jadi pebulutangkis terhebat di dunia. Liliyana akhirnya melejit dan melesat jadi bintang dunia. Ia tak dianggap penerus Susy Susanti. Ia berdiri dan mencuat jadi salah satu pebulutangkis putri terhebat, tak pucat bahkan ketika dihadapkan dengan sosok sebesar Susy Susanti.

Merelakan Liliyana Natsir Pergi
Mudah bagi Indonesia menyambut munculnya Liliyana Natsir di persaingan bulutangkis dunia. Ia sudah jadi juara dunia di usia 19 tahun. Ketika nomor lain mulai kesulitan memberikan prestasi bagi Indonesia, Liliyana Natsir muncul dan selalu memberikan harapan dari nomor ganda campuran.

Nomor ganda campuran yang sempat dipandang sebelah mata dan beda kasta melejit bersama Liliyana Natsir. Liliyana Natsir jadi idola, pujaan, hingga inspirasi banyak orang.

Setelah Liliyana Natsir menggenggam puncak dunia, banyak pemain-pemain muda yang sudah membulatkan tekad untuk jadi seperti dia, berprestasi di nomor ganda campuran.

Ketika Indonesia dengan mudahnya menyambut Liliyana Natsir, ada perjuangan keras dari Liliyana Natsir untuk bisa mendapat sambutan hebat dari Indonesia. Ada masa berjuang melawan putus asa, ada masa ketika kerja keras tak langsung berbuah hasil yang nyata.

Never say goodbye, never say goodbye
You and me and my old friends
Hoping it would never end
Never say goodbye, never say goodbye
Holdin' on, we got to try
Holdin' on to never say goodbye

Never Say Goodbye - Bon Jovi

Ketika Liliyana Natsir terus berdiri di podium teratas, dari zaman bersama Nova Widianto hingga Tontowi Ahmad, ada harapan bahwa Liliyana Natsir bisa lebih lama mengenakan kostum dengan nama Indonesia di punggungnya.

Ada beberapa momen ketika Liliyana Natsir sempat berpikir untuk pensiun, namun ia terus melangkah dan berjalan di depan. Berdiri di baris pertama untuk mengangkat nama Indonesia.

Pengumuman Liliyana Natsir pensiun saat ini, di usianya yang sudah 33 tahun, adalah batas maksimal dan rentangan jarak terjauh yang bisa dilakukan.

Sekadar gambaran, Liliyana Natsir sudah bertarung melawan empat generasi pemain China, yaitu Gao Ling, Yu Yang, Zhao Yunlei, hingga Huang Yaqiong.

Liliyana Natsir selalu jadi andalan Indonesia di berbagai ajang dalam lebih dari satu dekade terakhir.Liliyana Natsir selalu jadi andalan Indonesia di berbagai ajang dalam lebih dari satu dekade terakhir. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Liliyana Natsir sudah berusaha sekuat-kuatnya, semampu-mampunya untuk terus membela Indonesia. Ketika dia mengatakan ini waktu yang tepat untuk pergi dari lapangan bulutangkis, maka itu berarti ia sudah mencapai batas kekuatan. Bukan secara teknik, melainkan dari segi ketahanan fokus dan juga fisik.

Sehangat pelukan hujan saat kau lambaikan tangan
Tenang wajahmu berbisik
Inilah waktu yang tepat tuk berpisah
Selembut belaian badai saat kau palingkan arah
Jejak langkahmu terbaca
Inilah waktu yang tepat tuk berpisah

Waktu yang Tepat untuk Berpisah - Sheila on 7

Melihat Liliyana Natsir pensiun memang berat, namun kita semua harus kuat.

Melihat Liliyana Natsir meninggalkan lapangan memang menyedihkan, namun kita semua harus berusaha mengantarnya dengan senyuman.
LEBIH BANYAK DARI KOLUMNIS


BACA JUGA