Fakhri Husaini Rela Pensiun Dini Demi Latih Bhayangkara FC

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Rabu, 26/12/2018 15:57 WIB
Fakhri Husaini Rela Pensiun Dini Demi Latih Bhayangkara FC Fakhri Husaini rela berkorban demi melatih Bhayangkara FC. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini mengaku rela pensiun dini atau mengambil cuti tanpa tanggungan jika dipercaya menjadi pelatih Bhayangkara FC (BFC). Komunikasi dengan manajemen BFC sudah dilakukan dan menunggu kepastian.

Sejauh ini, Fakhri mengaku sudah ada beberapa klub di Liga 1 maupun di Liga 2 yang sudah menyodorkan tawaran sebagai pelatih kepadanya. Termasuk salah satu dari tiga klub Liga 2 yang musim ini promosi ke Liga 1, yakni antara PSS Sleman, Semen Padang, dan Kalteng Putra.

"Status saya ini karyawan PKT, tentu tidak mudah untuk bisa mendapatkan izin melatih. Apalagi yang dilatih klub profesional. Tapi saya masih punya kesempatan juga yaitu dengan cara mengajukan pensiun dini atau cuti di luar tanggungan," kata Fakhri melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/12).


Sebagai karyawan PT Pupuk Kaltim (PKT), tidak mudah buat Fakhri menerima pinangan melatih klub. Beda halnya dengan tawaran melatih Timnas Indonesia U-16 yang merupakan bagian dari tugas negara.

Fakhri mengaku bakal lebih pilih-pilih untuk menentukan klub jika ia diminta untuk melatih. Bahkan, ia sudah memiliki keriteria khusus klub yang bakal dilatihnya.

"Pertama, klub itu harus sehat. Artinya enggak pernah muncul di media klub itu bermasalah dengan finansial, gaji pemain, kesejahteraan pemain dan pelatih."

Fakhri Husaini berminat melatih Bhayangkara FC.Fakhri Husaini berminat melatih Bhayangkara FC. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Kedua, dengan begitu rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap hasil pertandingan, tentu saya ingin mendapat klub yang bisa mendukung kami, pelatih dan pemain, supaya tim ini enggak bisa ditembus mafia, bandar judi itu," sebut Fakhri.

Lanjut Fakhri, ia membutuhkan klub yang bisa memproteksi bahwa kalau timnya sukses murni bukan karena dibantu atau gagal karena dicurangi.

"Sejauh ini yang saya lihat paling masuk kriteria saya itu Bhayangkara. Kalau saya sepakat dengan yang ditawarkan oleh Bhayangkara tentu saya ada prosedur lain lagi. Saya harus ajukan prosedur administrasi ke perusahaan," ungkapnya.

Fakhri Husaini sempat sukses bersama Timnas Indonesia U-16.Fakhri Husaini sempat sukses bersama Timnas Indonesia U-16. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Bhayangkara disebut Fakhri memegang perkataan dari Kapolri Tito Karnavian yang juga Dewan Pembina BFC yang telah membentuk tim Satgas Pengaturan Skor. Itu menandakan Bhayangkara ingin membantu tugas satgas tersebut

"Ini [Bhayangkara] yang paling memungkinkan. Kalau klub lain saya masih berpikir, lebih baik saya menyelesaikan pensiun saya saja di PKT," terang Fakhri.

Sampai saat ini, Fakhri mengaku Bhayangkara sudah membuat sebuah penawaran melalui perwakilan dari manajemen. Meski begitu belum ada kepastian dan keputusan yang diambil.

Terkait rumor Fakhri, CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi manajer Bhayangkara FC, Sumardji, namun belum mendapat respons.

Sebelumnya manajer Bhayangkara FC Sumardji mengatakan sudah menyiapkan dua calon pelatih untuk berjuang di kompetisi Liga 1 musim depan. Bhayangkara FC mencari pelatih baru setelah Simon McMenemy yang sudah dua musim bergabung ditunjuk PSSI sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada Kamis (20/12).

Sumardji menyebut kedua calon pelatih itu merupakan pelatih lokal dan asing. Bhayangkara FC akan merekrut pelatih yang sesuai dengan karakter pemain muda.. (bac)