ADS Ungkap Dugaan Suap di Final Piala AFF 2010, Maman Disebut

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 23:31 WIB
ADS Ungkap Dugaan Suap di Final Piala AFF 2010, Maman Disebut Nama Maman Abdurrahman disebut Andi Darussalam Tabusalla terkait dugaan pengaturan skor di final Piala AFF 2010. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Badan Liga Indonesia PSSI sekaligus eks manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla mengakui ada indikasi suap terkait pengaturan skor di final Piala AFF 2010, bahkan ia menyebut nama mantan bek Garuda, Maman Abdurrahman.

Hal itu diungkapkan Andi ketika menjadi narasumber di Mata Najwa, Rabu (19/12) malam. Pria yang akrab disapa dengan sebutan ADS itu merupakan manajer Timnas Indonesia pada event tersebut.

Andi mengaku tidak pernah terlibat dalam kasus pengaturan skor, namun ia membeberkan informasi yang dia dapat setahun setelah ia tak lagi memanajeri Timnas Indonesia terkait pengaturan skor.


Garuda kalah agregat 2-4 dari Malaysia pada final Piala AFF 2010. Pada leg pertama, skuat arahan Alfred Riedl saat itu dibantai 3-0 di kandang Harimau Malaya. Di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada leg kedua, Merah Putih hanya menang 2-1.

Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. (Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
"AFF 2010 ada tuduhan permainan waktu timnas indonesia kalah dari Malaysia. Harus ada klarifikasi, sekarang saya katakan itu murni [benar]. Tapi orang-orang Malaysia bilang, bang kalau kita tidak main tidak mungkin Malaysia menang lawan Indonesia," ujar ADS.

"Jujur saya kecewa mendengar cerita tersebut. Apalagi saya disebut terlibat di dalamnya. Cita-cita utama saya membawa [Timnas Indonesia meraih] Piala, juara, yang belum pernah saya rasakan sepanjang menjadi manajer Timnas Indonesia. Dan hal itu gagal gara-gara kasus ini."

ADS bahkan menyebut salah satu nama mantan bek Timnas Indonesia, Maman Abdurrahman, yang dinilainya membawa keganjilan pada permainan Garuda saat laga final tersebut.

"Saya sendiri tidak punya bukti. Tapi secara permainan saya dan kita semua bisa merasakan ada sesuatu yang salah. Dan menurut kawan-kawan saya di Malaysia melibatkan pemain Timnas Indonesia. Ambil contoh, gol pertama Malaysia. Seharusnya Maman Abdulrahman bisa mengamankan bola, namun ia cenderung menunggu membiarkan pemain Malaysia mengejar bola dan berujung gol. Dan banyak lagi yang lain," ungkapnya.

Nama Maman memang sempat menghebohkan publik sepak bola Indonesia usai final Piala AFF 2010. Melalui surat elektronik atas nama samaran Eli Cohen, bek Persija Jakarta itu disebut sebagai salah satu pemain yang terlibat pengaturan skor.

CNNIndonesia.com sempat mencoba menghubungi Maman via telepon maupun pesan Whatsapp, namun hingga berita ini diturunkan belum ada respons dari bek bek Macan Kemayoran itu.

Mafia dari Luar Negeri

Terkait kenyataan soal pengaturan skor di kompetisi Indonesia, ia tak menampik jika ada beberapa klub yang datang meminta tolong ketika ia menjabat sebagai Ketua BLAI.

"Skor tidak mudah diatur, yang bisa mengatur itu pemain [mafia] luar negeri yang datang ke Indonesia. Kalau institusi resmi minta, saya akan jelaskan ini semua," kata Andi.

Andi juga merasa federasi sepak bola Indonesia, PSSI, saat ini tidak bersih dari oknum-oknum yang terlibat dalam kasus pengaturan skor. Ia berharap PSSI dan Kepolisian bisa bekerja sama menuntaskan masalah tersebut.

Kapolri Tito Karnavian juga sudah mengungkapkan keinginannya untuk membantu menyelesaikan kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Menurutnya, sepak bola adalah urusan banyak orang, bukan hanya PSSI.

"Sepak bola ini adalah salah satu bagian dalam kehidupan bangsa negara yang memiliki multi manfaat. Saya prihatin, kita semua pernah mendengar isu itu, pengaturan skor, mengatur ranking tapi sampai saat ini belum pernah dibuktikan," ujar Tito pada kesempatan yang sama.

Pengakuan dan keterangan dari beberapa pihak yang belakangan ini mulai angkat bicara disertai bukti-buktinya disebut Tito sebagai pintu masuk Kepolisian untuk mengurai permasalahan. Ia juga mengapresiasi keberanian pihak yang berani melaporkan kejadian tersebut.

"Kita lihat ini lumayan ada pintu masuk, ada bukti. Kasus ini bisa jadi kasus penipuan, bisa berkembang apa sebatas orang per orang atau bagian yang sistematis tentang pengaturan skor di pertandingan. Kita akan masuk dari pengakuan-pengakuan ini. Kita akan dalami laporanny," beber Tito.

Tito juga mengaku sudah membentuk satgas [Satuan Tugas] khusus untuk menangani kasus pengaturan skor. Meskipun diakuinya ada aturan internal yang harus dipahami, terutama di beberapa titik tertentu yang juga diatur dalam regulasi internasional FIFA. (TTF/bac)