Direktur Teknik PSSI Soroti Kelemahan Timnas Indonesia

Surya Sumirat , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 17:59 WIB
Direktur Teknik PSSI Soroti Kelemahan Timnas Indonesia Timnas Indonesia (tengah) memiliki kecepatan yang bisa diandalkan pada Asian Games 2018 nanti. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Teknik Timnas Indonesia, Danurwindo angkat bicara mengenai performa Timnas Indonesia dalam turnamen Tsunami Cup 2017. Menurut Danurwindo, tim asuhan Luis Milla itu sudah tampil maksimal meski gagal menjadi juara.

Selanjutnya, Danurwindo menunggu laporan resmi dari Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla. Dia juga berharap, pelatih asal Spanyol itu bisa memperbaiki kekurangan timnya jelang tampil di Asian Games 2018 mendatang.

"Kalau evaluasi dari saya, kami harus melihat ke depan, bukan hasil pertandingan. Apa kekurangan yg harus diperbaiki ke depannya," ujar Danurwindo kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/12).

Di mata mantan pelatih Timnas Indonesia itu, perjuangan Osvaldo Haay dan kawan-kawan dalam Tsunami Cup 2017 lalu sudah sangat maksimal. Mulai dari kemampuan teknik hingga semangat bertanding mampu ditampilkan dengan optimal. Termasuk, dengan mengambil bagian dalam laga final yang memperebutkan gelar juara.
Danurwindo (kiri) ingin Timnas Indonesia memanfaatkan kelebihan mereka di Asian Games 2018 nanti.Danurwindo (kiri) ingin Timnas Indonesia memanfaatkan kelebihan mereka di Asian Games 2018 nanti. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Hanya saja, buruknya kondisi lapangan di Stadion Harapan Bangsa menghambat permainan Timnas Indonesia yang lebih mengandalkan kecepatan. Kemampuan itu tidak bisa dikombinasikan dengan permainan bola-bola pendek dan penguasaan bola sebagai ciri khas Timnas Indonesia yang diinginkan Luis Milla.

Sementara, mengutamakan bola-bola atas atau umpan-umpan jauh mudah terbaca lawan. Khususnya saat melawan Timnas Kirgistan yang memiliki postur lebih tinggi.
Timnas Indonesia (kanan) dianggap masih lemah dalam satu lawan satu dan bola-bola atas.Timnas Indonesia (kanan) dianggap masih lemah dalam satu lawan satu dan bola-bola atas. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
"Timnas Indonesia punya kecepatan yang lebih bagus dibandingkan dengan mereka (Kirgistan), kecepatan itu harus digunakan. Tetapi, kita memiliki kekurangan dalam duel satu lawan satu dan bola-bola atas," Danurwindo menuturkan.

Danurwindo juga tidak membantah, bahwa Timnas Kirgistan yang dihadapi Timnas Indonesia dalam perebutan gelar juara memiliki postur serta kualitas yang lebih bagus. Karena itu, dia berharap, tim pelatih Timnas Indonesia bisa menjadikan hal tersebut sebagai patokan dalam persiapan. 

Maklum, tim-tim seperti Korea Selatan, Jepang, China, atau Arab Saudi mempunyai postur yang lebih tinggi serta kualitas permainan lebih baik dibandingkan dengan Timnas Indonesia.

"Kirgistan sudah di atas Timnas Indonesia. Dari situ, Timnas Indonesia akan punya pandangan lebih ke depan," ucap Danur. (sry/sry)