Usai Tekuk Porto, Khedira Yakin Juve Hapuskan Dahaga Trofi

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Kamis, 23/02/2017 07:01 WIB
Usai Tekuk Porto, Khedira Yakin Juve Hapuskan Dahaga Trofi Usai kemenangan 2-0 pada leg pertama 16 besar Liga Champions di kandang Porto, Sami Khedira optimistis Juventus mampu menghapus dahaga 21 musim tanpa trofi Eropa. (REUTERS/Max Rossi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelandang internasional Jerman, Sami Khedira, begitu bangga dengan kemenangan timnya Juventus atas FC Porto, Rabu (22/2).

Dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions tersebut Juventus menang dengan skor 2-0. Dua gol dipersembahkan dua pemain pengganti yakni Marko Pjaca (72') dan Dani Alves (74').
Atas kemenangan di kandang Porto tersebut, Juventus seolah sudah satu kaki lolos dari 16 besar. Pasalnya pada leg kedua yang bakal berlangsung di markas Juventus pada 14 Maret mendatang, Porto setidaknya harus menang dengan selisih tiga gol untuk membalikkan keunggulan agregat.

Berkaca pada hal tersebut Khedira menyatakan dia memiliki firasat yang bagus bahwa timnya bakal menghapus dahaga trofi Eropa pada tahun ini. Terakhir kali skuat Si Nyonya Tua mengangkat trofi Eropa adalah Liga Champions dan Piala Super Eropa pada 1996 silam.


"Terkadang anda memiliki firasat dan tahun ini saya rasa memiliki firasat yang sangat bagus, namun sayangnya tujuh atau delapan tim lain memiliki harapan sama," kata Khedira usai laga melawan Porto kepada BT Sport seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/2).
Setelah Liga Champions 1995/96 yang diraih di bawah asuhan Marcelo Lippi, Juventus tercatat empat kali mencapai babak final. Namun, di empat final berikutnya Juventus selalu kalah yakni dari Borussia Dortmund (1996/1997), pada 1997/98 (melawan Real Madrid) 2002/03 (melawan AC Milan), dan 2014/15 (melawan Barcelona).

Usai Tekuk Porto, Khedira Yakin Juve Hapuskan Dahaga TrofiKali terakhir Juventus melangkah ke final Liga Champions adalah pada 2014/15. Pada musim tersebut Juventus dikalahkan Barcelona di partai puncak. (Reuters/Fabrizio Bensch)
"Kami harus bekerja keras, harus maju lebih banyak dalam hal konsentrasi dan saya kira kami bisa mencapainya."

Keberhasilan Juventus menekuk Porto sekaligus menutup kedigdayaan tim Portugal tersebut di kandangnya, Estadio do Dragao. Sebelum ditekuk Juventus, sudah 20 pertandingan Porto tak terkalahkan di sana.

Namun, Khedira tak mau mendahului takdir sepak bola. Dia menilai masih terlalu dini menyebut Porto telah tersingkir dari babak 16 besar.

"Kita sama-sama tahu sepak bola itu gila dan segalanya masih bisa terjadi, seperti yang kita lihat tadi malam di Manchester [Manchester City dua kali berhasil membalikkan keunggulan hingga akhirnya menang 5-3 atas AS Monaco]," ujar Khedira.

"Ini jelas sekali belum berakhir. Kami bahagia dengan kemenangan malam ini tapi tiga pekan mendatang kami perlu berhati-hati karena Porto marah dan tak memiliki alasan untuk kalah."

Dalam laga leg pertama tersebut Porto bermain dengan 10 orang sejak menit ke-27. Pasalnya Alex Telles yang bermain di sektor bek kiri diusir wasit usai mendapat kartu kuning kedua.

"Tetap sulit meski bermain 11 lawan 10, terutama pada level kompetisi ini, sulit untuk mengakhiri kebuntuan. Kami memang mencetak gol ketika hampir ujung laga namun kami tak pernah kehilangan kontrol," tukas Khedira yang pernah merasakan trofi Liga Champions saat memperkuat Real Madrid pada 2014 silam. (har)