Hansamu Pahlawan, Tapi Manahati Jadi Kunci Permainan

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Rabu, 14/12/2016 21:21 WIB
Hansamu Pahlawan, Tapi Manahati Jadi Kunci Permainan Manahati Lestusen menjadi kunci permainan solid timnas Indonesia. (AFP PHOTO / HOANG DINH NAM)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada dua nama pemain yang paling mencuat namanya ketika timnas Indonesia mengalahkan Thailand 2-1 di Stadion Pakansari Cibinong, Rabu (14/12) malam WIB. Mereka adalah Rizky Pora dan Hansamu Yama Pranata.

Dua pemain itu yang mencetak gol ke gawang Kawin Tamsatchanan. Rizky Pora mencetak gol penyama kedudukan 1-1 pada babak kedua setelah sempat tertinggal 0-1 dari Thailand oleh gol sundulan Teerasil Dangda pada menit ke-35.

Sedangkan Hansamu Yama menjadi pahlawan karena membuat Indonesia berbalik unggul 2-1 melalui sundulannya memanfaatkan bola sepakan pojok dari Rizky Pora.


Namun, satu lagi pemain yang patut diapresiasi pada laga itu. Ia adalah Manahati Lestusen. Bagaimana tidak, perannya cukup krusial memutus mata rantai serangan-serangan Thailand, terutama dari lini tengah yang dipimpin Sarach Yooyen.

Thailand pun dibuat frustrasi dengan kekerasan hati Manahati dalam menghancurkan setiap serangan yang dibangun Thailand di tengah.

Alhasil, mereka mencoba mengubah orientasi serangan dari sisi sayap, terutama mengarah ke sayap kanan pertahanan Indonesia.

Cara itu pun ampuh dengan gol Thailand yang dicetak Teerasil melalui sundulan memanfaatkan umpan lambung Theeraton Bunmathan dari sisi kanan pertahanan Indonesia.

Riedl juga tak kehilangan akal. Si keras hati Manahati mendapat tugas baru di pertengahan babak kedua.

Perannya ‘dimutasi’ mengisi pos sisi kanan pertahanan Indonesia. Thailand pun lagi-lagi harus mengalami tembok kokoh pertahanan pemain asal Tulehu tersebut.

Strategi Kiatisuk Senamuang menambah daya gedor dengan memasukkan dua penyerangnya, striker Siroch Chatthong dan gelandang serang Charryl Chapuis pun sia-sia.

Indonesia tetap mempertahankan kemenangan 2-1, salah satunya berkat daya jelajah dan kekokohan Manahati Lestusen dalam menghalau setiap serangan pasukan Gajah Perang. (bac)