Marc 'Baby Alien' Marquez Terancam Jadi Alien yang Dikucilkan

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Senin, 09/11/2015 15:10 WIB
Marc 'Baby Alien' Marquez Terancam Jadi Alien yang Dikucilkan Menarik untuk dinanti apakah sosok Marc Marquez masih banyak mendapatkan pujian pada musim depan setelah aksinya di pengujung musim ini. (REUTERS/Heino Kalis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marc Marquez menyandang julukan Baby Alien lantaran performa luar biasa yang dimilikinya di usia muda. Namun konflik dengan Valentino Rossi musim ini bisa membuat Marquez benar-benar bakal seperti Alien sungguhan yang dipandang aneh oleh para penggemar MotoGP.

Marquez mendapatkan julukan Baby Alien lantaran ia sukses tampil fenomenal di usianya yang masih muda. Marquez adalah juara MotoGP termuda dan jadi pebalap pertama sejak Kenny Roberts yang menjuarai MotoGP di musim debutnya.

Gaya balap Marquez menjadi warna tersendiri di MotoGP. Marquez dianggap mampu jadi simbol MotoGP generasi berikutnya bila Valentino 'The Doctor' Rossi telah pensiun.


Baby Alien adalah julukan yang pantas disandang Marquez karena dirinya dianggap memiliki kemampuan di atas rata-rata dan diasumsikan sebagai makhluk luar bumi, seperti halnya Superman.

Namun kharisma Marquez yang bisa melesat dalam waktu singkat terancam pudar juga hanya dalam sekejap. Momen Marquez 'mengganggu' Rossi dan 'mengabaikan' Jorge Lorenzo di beberapa seri terakhir bisa jadi momen yang merusak citra Marquez di dunia MotoGP.

Performa Marquez musim ini memang mengecewakan bila dibandingkan dua musim awalnya di MotoGP. Ia beberapa kali terjatuh sehingga banyak kehilangan poin.

Di sisa tiga seri, Australia, Sepang, dan Malaysia, Rossi mulai mengapungkan opini bahwa Marquez lebih senang melihat Lorenzo yang jadi juara dunia ketimbang dirinya.

Dan di Philipp Island, Rossi merasa dirinya dihalangi oleh Marquez yang lebih suka memacu motor menyamai dirinya, padahal sejatinya bisa lebih cepat. Marquez sendiri masih bisa berargumen bahwa bila ia menginginkan Lorenzo yang menang, maka ia tidak akan menyalip Lorenzo di saat-saat terakhir.

Bila insiden di Australia masih bisa diperdebatkan, maka kejatuhan popularitas Marquez dimulai di Malaysia. Di seri ini, Marquez terlihat jelas memang ingin mengganggu Rossi dengan manuver-manuver agresif.

Aksi Marquez membuat Rossi panas dan 'menendang' Marquez. Rossi bersalah dalam insiden ini namun tidak lantas Marquez kemudian mendapat banyak simpati. Pebalap asal Spanyol itu kemudian dihujat karena terlalu berniat 'membahayakan' peluang Rossi meraih gelar juara dunia.

Tiga poin penalti yang membuat Rossi start dari belakang sudah cukup untuk membuat Marquez jadi musuh publik.

"Yang saya pikirkan setiap dalam setiap perlombaan yang saya ikuti adalah memenangkan perlombaan tersebut," ucap Marquez mengenai alasan di balik kengototan dirinya saat di Sepang.

Sayang, janji itu tak dipegang Marquez. Kesempatan Marquez untuk 'menebus dosa' tak ia perlihatkan di Valencia. Marquez diyakini Rossi dan banyak orang terlalu santai di posisi kedua. Kengototan mengejar Rossi yang diperlihatkan di Sepang sama sekali tidak tampak di Valencia. Peluang Rossi jadi juara dunia musim ini pun kemudian menguap begitu saja.

Setelah beberapa musim, Rossi sendiri baru kembali masuk dalam bursa juara pada musim ini. Hal ini tentunya makin meningkatkan rasa kesal para pendukung Rossi dan penggemar MotoGP terhadap Marquez.

Musim 2015 ini jelas jadi salah satu musim yang akan sulit dilupakan sepanjang sejarah MotoGP. Menarik untuk dinanti di masa depan, apakah Marquez tetap dipandang sebagai Baby Alien, sosok yang dikagumi dan diakui memiliki kehebatan di atas rata-rata, atau justru jadi alien yang dikucilkan, yang sosoknya dianggap aneh karena tak menampilkan semangat sportivitas oleh publik penggemar MotoGP.


Dok. Nat via Twitter (@greendisease88)


Dok. Matthew via Twitter (@MattPickett83)


Dok. orgoglioitaliano via Twitter (@GianlucaVari)


Dok. Vale Yellow via Twitter (@Fretty_sstyles)


Dok. Stephanie via Twitter (@mssrfcali)


Dok. Mattia Fik via Twitter (@FikMattia)


Dok. aMy_Hood via Twitter (@aMy_tRabas)


Dok. hermes via Twitter (@hermesbushpepa)



(ptr/ptr)