UGM Buka Suara soal Jokowi Pamer Ijazah di Sidang Roy Suryo

CNN Indonesia
Jumat, 06 Nov 2026 11:19 WIB
UGM menghormati proses hukum terkait perkara dugaan fitnah terhadap tudingan ijazah palsu Jokowi yang disidangkan di PN Jaktim.
UGM menghormati proses hukum terkait perkara dugaan fitnah terhadap tudingan ijazah palsu Jokowi yang disidangkan di PN Jaktim. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Universitas Gadjah Mada (UGM) merespons Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang memamerkan ijazah sarjana miliknya dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11) kemarin.

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, menuturkan, pihaknya menghormati proses hukum yang tengah bergulir. Menurut dia, kampusnya telah menjalankan peran sebagaimana mestinya dengan menyertakan bukti-bukti yang diperlukan dalam proses hukum tersebut.

"UGM menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan telah melakukan peran sebagaimana mestinya, termasuk memberikan bukti-bukti yang diperlukan," kata Made Andi dalam keterangannya, Jumat (6/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyampaikan, sampai saat ini UGM belum memiliki informasi tambahan yang perlu disampaikan kepada publik menyangkut perkara tersebut.

"Sejauh ini tidak ada informasi yang perlu ditambahkan. Jika ada perkembangan yang perlu disampaikan, kami akan lakukan pada kesempatan pertama," ujarnya.

Made Andi juga menyampaikan apresiasi atas atensi media dan masyarakat terhadap perkembangan perkara yang turut menyeret nama mantan Presiden RI tersebut.

Sebelumnya, Jokowi hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11).

[Gambas:Video CNN]

Dalam persidangan tersebut, Jokowi memaparkan riwayat pendidikannya mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Ia menyebut pernah bersekolah di SD Negeri Nomor 111 Kota Surakarta, SMP Negeri 1 Kota Surakarta, SMA Negeri 6 Kota Surakarta, hingga melanjutkan pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM.

Jokowi juga menjelaskan proses penyelesaian pendidikan sarjananya. Ia mengaku menjalani ujian skripsi pada 23 Oktober 1985 dan dinyatakan lulus dengan nilai A. Sementara itu, wisuda dilaksanakan pada 19 November 1985 di Gedung Purna Budaya Bulaksumur, Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menunjukkan ijazah dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga S1 kepada pengunjung sidang. Ia juga menegaskan foto berkumis tipis dan berkacamata yang tertera pada ijazah S1 merupakan dirinya.

Selepas persidangan, Jokowi berharap proses hukum dapat memulihkan nama baiknya atas tudingan ijazah palsu.

(kum/isn)
LIHAT SELENGKAPNYA