Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono menyatakan tindak dugaan penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto oleh eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo dkk merupakan bentuk insubordinasi.
Gerindra adalah partai yang dipimpin Prabowo sebagai Ketua Umum cum Ketua Dewan Pembina. Terkait dugaan penyadapan terhadap Prabowo selaku presiden, Sugiono menyatakan tindakan itu merupakan persoalan serius yang perlu diusut tuntas.
Dia melanjutkan, terutama terkait motif, dasar, dan pihak-pihak yang terlibat di balik dugaan penyadapan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya berpendapat bahwa ini merupakan suatu bentuk insubordinasi. Kemudian bisa jadi ditemukan motif-motif yang mengarah pada makar kepada Presiden," ujar Sugiono di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/11).
Sugiono juga menyoroti dugaan adanya tindakan penyadapan oleh institusi yang berada di bawah Presiden Prabowo terhadap kepala pemerintahan.
Ia turut mengungkapkan kemungkinan adanya kebocoran dari internal pemerintahan yang memungkinkan penyadapan terhadap Prabowo, meskipun telah dilindungi dengan sistem pengamanan berlapis.
"Kalau disebut kebobolan, ya ini dari dalam sendiri kan, dari dalam pemerintahan sendiri, makanya saya bilang ini bisa saja diterjemahkan sebagai suatu insubordinasi," ucapnya.
Sugiono juga mengatakan motif dan dasar penyadapan ini harus diungkap lewat proses hukum.
"Sekali lagi, kami mengucapkan apresiasi kepada Kapolri dan jajarannya yang sudah melakukan proses ini. Tentu saja kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan untuk bisa mengetahui lebih lanjut," kata dia yang juga Menko PMK tersebut.
Sugiono pun mengatakan bahwa dugaan penyadapan tersebut juga menjadi bahan evaluasi, khususnya terkait penguatan sistem keamanan siber dan pengamanan presiden.
Sementara itu, terkait langkah internal partai, Sugiono menyampaikan Partai Gerindra akan melakukan konsolidasi bersama rekan-rekan di partai.
Ia mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian Gerindra mengingat Prabowo juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.
"Kita akan melakukan konsolidasi bersama rekan-rekan, bahwa ini adalah kepala negara, Presiden yang berasal dari partai kami. Saya kira pada waktunya itu akan dilakukan," ucap dia.