Walkot Pekanbaru Pimpin IMI Riau, Incar Event Nasional ke Daerah

Pemkot Pekanbaru | CNN Indonesia
Rabu, 04 Nov 2026 12:27 WIB
Pemkot Pekanbaru
(Foto: Arsip Pemkot Pekanbaru)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho kembali memimpin Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Riau untuk masa bakti 2026-2030, menjadi periode keempatnya menakhodai organisasi otomotif di Bumi Lancang Kuning.

Agung dilantik langsung oleh Ketua Umum IMI Pusat, Moreno Soeprapto bersama jajaran pengurus IMI Riau dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMI 2026 di Hotel Premier, Pekanbaru pada Selasa (3/11) malam.

Selain pelantikan, kegiatan yang digelar selama tiga hari ini menjadi momentum bagi Riau, khususnya Kota Pekanbaru, untuk memperkenalkan potensi daerah kepada pengurus IMI yang datang dari 38 provinsi. Kehadiran delegasi dari berbagai daerah tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi sekaligus meningkatkan kunjungan ke Kota Pekanbaru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, kita menjadi tuan rumah Rakernas. Tentu kehadiran 38 provinsi ini bisa mengenalkan Provinsi Riau, bahkan Kota Pekanbaru. Harapan kita ke depan semakin banyak yang datang, baik untuk berinvestasi maupun melihat berbagai potensi yang ada di sini," kata Agung.

Bagi Agung yang telah memimpin IMI Riau selama sekitar 16 tahun, mengemban tanggung jawab tersebut merupakan bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Ia berharap, melalui organisasi otomotif, IMI Riau dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah guna mendukung pembangunan daerah. Tidak hanya mengembangkan olahraga otomotif, tetapi juga memerangi aksi balap liar serta mendorong peningkatan prestasi atlet.

"Harapan kita tentu bisa berkolaborasi melalui dunia otomotif untuk membangun Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru. Kita juga ingin menentang balapan liar, memajukan otomotif, serta memperhatikan seluruh atlet yang tergabung di dalamnya," tuturnya.

Agung menegaskan, pada periode mendatang IMI juga akan berfokus di sektor pariwisata serta pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Salah satu agenda dalam Rakernas kali ini adalah menggelar lebih banyak event berskala nasional ke Kota Pekanbaru, mulai kegiatan olahraga otomotif, pariwisata, maupun agenda nasional lainnya.

"Kita akan membawa event-event nasional ke Kota Pekanbaru. Termasuk event pariwisata, balapan, dan kegiatan lainnya. Harapan kita juga ada fasilitas atau bangunan olahraga yang bisa dibantu pembangunannya, khususnya untuk Kota Pekanbaru," kata Agung.

Ketua Umum IMI Pusat, Moreno Soeprapto menyatakan apresiasi atas pelaksanaan Rakernas dan pelantikan pengurus IMI Riau. Kegiatan di Pekanbaru ini menjadi agenda pertama Rakernas di luar Jakarta selama masa kepemimpinannya.

Ia menyebut keberadaan pengurus provinsi sebagai ujung tombak pelaksanaan program IMI. Ketika pengurus pusat menjalankan fungsi administrasi, implementasi berbagai program organisasi lebih banyak berlangsung di daerah.

Moreno kemudian menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. IMI Pusat telah menyiapkan regulasi dan kejuaraan berjenjang untuk mencari serta mengembangkan bibit pembalap, baik roda dua maupun roda empat.

Pembinaan itu dimulai sejak anak berusia empat, tujuh, hingga sepuluh tahun. Jenjang kompetisi disiapkan mulai dari kelas paling dasar hingga gokart, sebelum nantinya diarahkan menuju kompetisi tingkat internasional.

Moreno berharap IMI Riau dapat memperkuat kolaborasi dengan komunitas otomotif serta pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurutnya, penyelenggaraan event otomotif juga harus memperhatikan kualitas, keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, serta kesiapan sumber daya manusia yang terlibat.

Kesuksesan sebuah event, kata Moreno, diukur dari kualitas seluruh ekosistem pendukung seperti marshal, tim medis, dan tenaga pelaksana lainnya.

Ia meyakini, penyelenggaraan event otomotif di daerah dapat menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar. Aktivitas ekonomi disebut sudah terlihat sejak sesi latihan hingga hari pelaksanaan, dengan para pedagang lokal yang datang dengan sendirinya.

"Alhamdulillah, dampak ekonominya memang sangat terasa. Para pedagang UMKM tanpa diundang datang ke lokasi. Mulai dari hari Kamis saat latihan, kemudian Jumat semakin bertambah. Kita juga prioritaskan masyarakat dari wilayah setempat untuk ikut berpartisipasi," kata Moreno.

(rea/rir)
placeholder