BPS: Surplus Neraca Perdagangan RI September 2026 Capai US$3,36 Miliar

Advertorial | CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 12:05 WIB
BPS: Surplus Neraca Perdagangan RI September 2026 Capai US$3,36 Miliar
(Foto: : CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Untuk ketiga kalinya berturut-turut, neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatatkan surplus pada September 2026, setelah mengalami defisit pada periode Mei-Juni 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$3,36 miliar.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa surplus tersebut terutama didorong oleh neraca perdagangan nonmigas yang mencatat surplus sebesar US$5,67 miliar, di tengah defisit neraca perdagangan migas sebesar US$2,32 miliar.

"Pada September 2026, neraca perdagangan barang Indonesia mencatatkan surplus US$3,36 miliar. Surplus ini terutama didorong oleh neraca perdagangan nonmigas sebesar US$5,67 miliar. Sementara itu, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar US$2,32 miliar," kata Amalia.

Secara kumulatif, sepanjang Januari-September 2026, neraca perdagangan barang Indonesia mencatat surplus sebesar US$10,61 miliar. Nilai tersebut disokong oleh surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar US$34,21 miliar, sementara neraca perdagangan migas masih mengalami defisit.

Pada periode yang sama, nilai ekspor Indonesia mencapai US$221,23 miliar, meningkat 5,58 persen dibandingkan Januari-September 2025. Sementara itu, nilai impor mencapai US$210,63 miliar atau meningkat 19,67 persen.

Dari sisi komoditas, surplus perdagangan nonmigas terbesar selama Januari-September 2026 berasal dari kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, nikel dan produk turunannya, serta alas kaki.

Berdasarkan negara tujuan, Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar dengan nilai US$17,37 miliar. Selanjutnya, India menyumbang surplus sebesar US$10,81 miliar dan Filipina sebesar US$6,25 miliar.

Sebaliknya, defisit perdagangan nonmigas terdalam tercatat dengan China sebesar US$21,99 miliar, disusul Australia sebesar US$5,43 miliar dan Prancis sebesar US$2,08 miliar.

"Penyumbang defisit perdagangan Indonesia terhadap Prancis periode Januari-September 2026 utamanya disebabkan oleh kendaraan udara dan bagiannya; instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan medis; serta mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya," tutup Amalia.

(adv/adv)
LIHAT SELENGKAPNYA