Es Batu Misterius Ukuran Kepala Bocah Timpa Rumah Warga Bantul

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 14:33 WIB
Hujan es batu di kawasan Thamrin City, tanah abang.
Ilustrasi. Batu es misterius di Bantul. (Abi Hafiz)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Sebongkah es batu berukuran sebesar kepala anak kecil dilaporkan menimpa sebuah rumah warga di wilayah RT 3 Dusun Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Senin (2/11) pagi.

Kepala Dusun Jodog, Bayu Yunarto menuturkan, dirinya menerima laporan salah seorang warga yang menyampaikan atap serta plafon rumah milik kerabatnya jebol akibat tertimpa bongkahan es batu pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB.

"Dia mendengar suara yang cukup keras tadi dan ternyata itu es itu, jatuh dari atas. (Diameter) ya sekitar 20 centimeter," kata Bayu saat dihubungi, Senin (2/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayu menduga bongkahan es batu tersebut awalnya berukuran lebih dari 20 cm sebelum pecah menjadi dua bagian besar dan beberapa lain yang lebih kecil.

"Kayaknya tadi itu dua buah sebetulnya paling satu, karena terus pecah, terus jadi dua bagian tadi. Kalau yang kecil-kecil itu banyak," kata Bayu.

Sempat mengira sebagai imbas fenomena hujan es, Bayu merasa janggal karena hanya satu rumah saja yang terdampak. Ia bilang langit di atas Dusun Jodog sempat mendung pagi tadi, tapi tidak sampai hujan air atau bahkan es.

"Posisi tidak hujan, terus cuman mendung tuh tadi pagi itu. Ya cuman satu titik itu," imbuh Bayu.

[Gambas:Video CNN]

Beruntung, bongkahan es batu itu tak sampai menimpa orang. Menurut Bayu, pada saat kejadian posisi rumah sedang kosong. Pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian dan BPBD.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Bantul, Antoni Hutagaol mengaku telah menerima laporan menyangkut peristiwa ini.

Antoni juga telah berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan ada tidaknya fenomena hujan es pada pagi hari ini di wilayah DIY atau setidaknya Bantul yang memicu peristiwa ini.

"Kita juga tanya BMKG, BMKG juga mengatakan, 'weh di mana itu?' Malah tanya juga di mana, terus dicari-cari sampai sekarang kita juga belum menemukan jawaban," kata Antoni saat dihubungi.

"Kita coba tanyakan ke BMKG, BMKG juga tidak tahu. Tidak ada seperti sesuatu peristiwa atau apa, ada awan apa (pemicu hujan es), tidak," ucapnya.

Menurut Antoni, hujan es yang terjadi saat masa pancaroba atau peralihan musim lumrah terjadi. Hanya saja, untuk ukuran hujan es sampai sebesar kepala bocah, baginya ini di luar peristiwa normal.

"Hujan itu es itu kalau pengalaman-pengalaman itu paling besarnya ya seperti es-es itu paling besar pun seperti bola pingpong. Sebesar itu. Jadi kalau ini pun makanya juga saya melihat ini, wah ini kok, kok lebih besar dari bola pingpong," kata Antoni.

Bayu menekankan, peristiwa ini masih dalam pendalaman lintas instansi. Pihaknya juga enggan buru-buru menyimpulkan ada tidaknya unsur kesengajaan di balik kejadian ini.

"Masih menunggu ya, nanti biar ada kepastian, iya," pungkasnya.

(kum/dal)
LIHAT SELENGKAPNYA