Gunung Anak Krakatau Erupsi Malam Ini, Masyarakat Diimbau Tenang

CNN Indonesia
Sabtu, 31 Okt 2026 20:20 WIB
KRI Leuser-924 melintas pada operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026). Sebanyak tiga armada kapal TNI Angkatan Laut yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI
Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, mengalami erupsi malam ini sekitar pukul 18.30 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, mengalami erupsi malam ini sekitar pukul 18.30 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.

"Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 31 Oktober 2026 pukul 18:30 WIB namun tinggi kolom erupsi tidak teramati," demikian keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM, Sabtu (31/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Badan Geologi menyebut tidak terdengar dentuman dalam erupsi kali ini. Menurutnya, erupsi masih berlangsung.

"Tidak terdengar dentuman dan gemuruh. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," ujarnya.

Saat ini status Gunung Anak Krakatau ada pada Level III (Siaga). Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau diimbau tidak memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.

"Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau," jelasnya.

Badan Geologi juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.

"Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," katanya.

Baca selengkapnya di sini.

(fra/fra)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA