Pemantau Karhutla Pakai Satelit Diperbaiki, 5 Provinsi Jadi Prioritas

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Okt 2026 21:00 WIB
Satelit NOAA-20 menggunakan instrumen Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) berhasil merekam kepulan asap tebal dari bagian selatan Pulau Papua pada 11 Oktober 2026
Ilustrasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbaiki metode penghitungan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan citra satelit. NASA Earth Observatory/Michala Garrison
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbaiki metode penghitungan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan citra satelit untuk meningkatkan akurasi pemantauan. Langkah tersebut dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto seiring penanganan karhutla di lima provinsi prioritas.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi menyampaikan laporan itu dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).

"Izin Bapak Presiden melaporkan bahwa sejak kami dilantik per tanggal 15 Oktober 2026, kami terus mengambil langkah memperbaiki metode penghitungan dengan menggunakan citra satelit," kata Kristomei di Sidang Kabinet Paripurna Kabinet Merah Putih, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Kabinet RI, Jumat (23/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BNPB menetapkan lima provinsi sebagai prioritas penanganan karhutla, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Dari lima wilayah tersebut, peningkatan kejadian karhutla tercatat di Sumatera Selatan dan Jambi. Namun, Kristomei menyebut kenaikannya belum terlalu signifikan.

"Sehingga ada lima provinsi prioritas hari ini, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Dan untuk yang mengalami penaikan itu adalah di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi hari ini, tapi tidak terlalu signifikan," ujarnya.

Selain memperbaiki pemantauan, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca dengan penyemaian es kering (dry ice) untuk membantu memicu hujan di wilayah yang membutuhkan penanganan karhutla.

Kristomei melaporkan sebanyak 3.100 kilogram es kering telah disemai sejak 20 Oktober melalui lima sorti penerbangan. Sementara itu, di Sumatera Selatan, penyemaian dilakukan dalam satu sorti penerbangan dengan menggunakan 800 kilogram es kering.

Menurut Kristomei, upaya tersebut diikuti penurunan kadar partikulat di udara serta peningkatan jarak pandang di Palembang.

"Sehingga ada penurunan PM (particulate matter/kadar polusi udara), PM 2, 2,5 turun, kemudian jarak pandang atau visibility di Palembang saya bisa dari 700 meter menjadi 7.000 meter," kata Kristomei.

Dengan perbaikan metode penghitungan berbasis citra satelit dan operasi modifikasi cuaca, BNPB terus melakukan pemantauan serta penanganan karhutla di wilayah prioritas.

(lau/mik)
placeholder