Danau Kawah Putih Ciwidey Mengering Imbas Kemarau Ekstrem

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 16:05 WIB
Kondisi Kawah Putih yang airnya menyusut di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). Pengelola wisata Kawah Putih menyatakan air di Kawah Putih menyusut sepanjang 70 meter dari tepi danau sejak awal Agustus 2026 akibat kemarau panjan
Danau Kawah Putih di Ciwidey menyusut 40 persen akibat kemarau panjang. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Bandung, CNN Indonesia --

Danau Kawah Putih di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami penyusutan sebanyak 40 persen akibat kemarau panjang.

Pengelola Kawah Putih, Budi Kawal mengatakan debit air danau dipengaruhi kondisi cuaca. Jika musim kemarau, air danau mengalami penyusutan. Volumenya berpotensi meningkat kembali saat musim hujan.

"Debit air Danau Kawah Putih saat ini menyusut sekitar 40 persen akibat kemarau panjang. Jika musim hujan tiba, debit air berpotensi kembali meningkat," ujar Budi saat dikonfirmasi, Kamis (22/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video penyusutan air di Danau Kawah Putih ini viral di media sosial. Terlihat tepi danau mengering hingga memunculkan daratan.

Meski permukaan air menyusut, kondisi tersebut belum berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

"Untuk kunjungan sementara alhamdulillah enggak. Karena yang dulunya berfoto di tepian air, sekarang jadi ada daratan. Jadi jumlah kunjungan masih stabil. Pada hari biasa sekitar 600 orang, sedangkan saat akhir pekan bisa lebih dari 1.500 orang," katanya.

Budi menambahkan, penyusutan air justru membuat area daratan di tepian danau semakin terlihat dan dapat dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto. Sementara itu, fasilitas wisata masih sama seperti sebelumnya.

"Kalau fasilitas mah masih sama kaya dulu, enggak ada perubahan," ungkapnya.

(csr/isn)
placeholder