BNPB: 1.481 Hektare Lahan Masih Terbakar di Sejumlah Wilayah

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 10:06 WIB
BNPB: 1.481 Hektare Lahan Masih Terbakar di Sejumlah Wilayah
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan gunung dan pegunungan Jawa Timur masih terus berlangsung hingga Senin (19/10).Foto: Arsip BPBD Jawa Timur
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 1.481 hektare lahan masih terbakar di berbagai wilayah Indonesia hingga Rabu (21/10).

Luas tersebut mencakup area di enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun wilayah lainnya.

Enam provinsi prioritas karhutla ini meliputi Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari total area sasaran penanganan seluas lebih dari 983 hektare, lebih dari 502 hektare telah dipadamkan, sedangkan lebih dari 481 hektare masih dalam penanganan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya dikutip Kamis (22/10).

Dari enam provinsi prioritas itu, Kalimantan Tengah mencatat area yang belum padam paling luas, yakni lebih dari 321 hektare. Kemudian, disusul Sumatera Selatan dengan lebih dari 84 hektare.

"Kedua provinsi tersebut menjadi prioritas penanganan, tanpa mengabaikan upaya pemadaman di provinsi lainnya," ucap Berton.

Di luar enam provinsi prioritas, karhutla tercatat terjadi dengan luas lebih dari 1.044 hektare. Sebanyak 44 hektare telah dipadamkan, sedangkan sekitar 1.000 hektare masih belum padam.

"Kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Kalimantan Timur hingga Maluku Utara," kata Berton.

Disampaikan Berton, untuk menangani kebakaran tersebut, operasi dilakukan melalui satuan tugas darat dan udara. Sebanyak 71.878 personel dikerahkan di enam provinsi prioritas, termasuk tambahan lebih dari 11 ribu personel, terutama di Kalimantan Tengah.

Tak hanya itu, peralatan pemadaman, antara lain pompa air dan alat pelindung diri, tersedia bagi kelompok pemadam di setiap kabupaten dengan dukungan kementerian/lembaga, Polri, pemerintah daerah, dan pihak swasta.

Berton menyebut selain pengerahan personel dan peralatan darat, dukungan udara juga ditambah. Armada helikopter untuk water bombing dan patroli meningkat dari 49 menjadi 51 unit. Armada tersebut juga digunakan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC).

Pada Rabu, pelaksanaan OMC meliputi Kalimantan Barat sebanyak satu sorti dengan 1.000 kilogram garam; Kalimantan Tengah sebanyak enam sorti dengan 3.900 kilogram _dry ice_ dan 800 kilogram garam; serta Sumatera Selatan sebanyak tiga sorti dengan 1.600 kilogram _dry ice_ dan 800 kilogram garam.

"Di Kalimantan Selatan, pesawat diterbangkan untuk mendukung operasi di Kalimantan Tengah meskipun OMC tidak dilaksanakan di wilayah tersebut. Di Jambi, OMC tidak dilakukan karena kondisi awan kurang mendukung. Sementara itu, pesawat dari Riau diterbangkan untuk mendukung operasi di Sumatera Selatan," tutur Berton.

(dis/wis)
placeholder