KMP Batumandi yang terbakar di sekitar Pelabuhan Merak, Banten, membawa 420 penumpang dan 89 unit kendaraan.
Polisi membuka posko untuk mendata penumpang yang kehilangan barang berharga maupun kendaraan yang hangus terbakar dalam insiden tersebut.
"Pelayanan yang disediakan berupa penerbitan surat keterangan kehilangan guna membantu penumpang dalam mengurus kembali dokumen yang hilang," kata Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendra mengatakan jumlah penumpang berdasarkan manifes terdiri dari 393 orang di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki. Sementara tercatat ada 40 awak kapal.
"Jumlah penumpang berdasarkan manifes sebanyak 420 orang, terdiri dari 393 penumpang di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki. Selain itu, kapal tersebut mengangkut 89 unit kendaraan," ujar Hendra, Rabu (21/10).
KMP Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry terbakar pada Selasa (20/10) sore, saat berada sekitar 700 meter dari Dermaga 6 Pelabuhan Merak.
Insiden tersebut mengakibatkan 11 penumpang mengalami gangguan kesehatan, mulai dari sesak napas, luka-luka hingga syok. Para korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Pulomerak dan RS Krakatau Medika untuk mendapatkan penanganan medis.
"Para penumpang yang telah dievakuasi mendapatkan penanganan dan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Pulomerak serta RS Krakatau Medika guna memastikan kondisi mereka," terangnya.
Sementara itu, Dermaga 6 atau Eksekutif 1 difungsikan sebagai lokasi evakuasi dan penanganan korban kebakaran KMP Batumandi.
Bagi penumpang yang hendak kembali ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), pihak ASDP juga menyiapkan fasilitas transportasi.
"ASDP juga memfasilitasi transportasi bagi penumpang yang hendak menuju wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi," ucapnya.