Cerita Warga Kotim soal Dentuman dan Temuan Diduga Sampah Antariksa

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 20:41 WIB
Warga Kotawaringin Timur mendengar dentuman keras sebelum tenemuan benda logam besar dan gosong misterius di kebun sawit.
Prajurit TNI memeriksa logam misterius yang ditemukan di kebun sawit di Kotawaringin Timur, Senin (19/10) pagi. (dok. istimewa via detik.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kotim), mengaku mendengar dentuman keras pada Minggu (18/10) sore.

Sehari setelah suara tersebut terdengar, benda logam berukuran besar dan gosong atau terbakar ditemukan di area perkebunan kelapa sawit di KM 26 Jalan Sampit-Pangkalan Bun, Senin (19/10) pagi.

Benda yang ditemukan di KM 26 itu memiliki bentuk menyerupai serpihan logam dengan sejumlah kabel yang masih melekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemunculan benda misterius itu memunculkan dugaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan kaitannya dengan suara dentuman yang terdengar sehari sebelumnya. Namun, hingga kini belum ada bukti yang memastikan kedua peristiwa tersebut saling berhubungan.

Sebagian warga menduga benda itu merupakan serpihan dari sesuatu yang jatuh dari langit. Dugaan pun mengarah pada sampah antariksa atau bagian dari roket maupun satelit yang kembali memasuki atmosfer Bumi.

Salah seorang warga Kotim, Julianto, mengaku turut mendengar dentuman keras pada Minggu sekitar pukul 16.30 WIB. Suara tersebut bahkan disertai getaran sehingga terasa cukup mengejutkan.

"Iya hari kemarin memang ada suara dentuman yang sangat keras seperti petir, dan ada getaran, tetapi saya tidak tahu apa suara itu ada kaitannya dengan benda ini," ujarnya, Senin (19/10) sore dikutip dari detikKalimantan.

Sejak penemuan tersebut diketahui, warga mulai mempertanyakan material hingga asal usul benda tersebut. Belum ada keterangan yang dapat memastikan apakah suara tersebut berasal dari benda yang ditemukan di kebun sawit. Namun, aparat terkait dari BMKG hingga kepolisian dan TNI telah turun ke lokasi temuan logam.

Garis polisi pun telah dipasang agar logam yang ditemukan itu steril. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah benda misterius tersebut merupakan bagian dari pesawat, objek antariksa, atau material lainnya.

Kronologi temuan logam misterius

Benda tersebut pertama kali ditemukan pekerja perkebunan PT Agro Bukit di Jalan Sampit-Pangkalan Bun, sekitar pukul 06.00 WIB. Bentuknya yang tidak biasa langsung memunculkan beragam dugaan mengenai asal-usul material tersebut.

Benda berukuran sekitar 6meter itu ditemukan tergeletak di parit kebun dengan kondisi dipenuhi kabel yang saling terhubung.

Karyawan PT Agro Bukit, Karmansyah, menceritakan adanya penemuan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, benda itu ditemukan sejumlah karyawan di blok G/F 3839 pada Senin pagi.

Saat ditemukan, benda itu berada di dalam parit.

Logam berkabel misterius jatuh di kebun sawit di Kotim.Logam berkabel misterius jatuh di kebun sawit di Kotim. (dok. istimewa via detik.com)

Karmansyah menyebutkan, benda itu memiliki panjang sekitar enam meter dengan berat diperkirakan hampir 100 kilogram. Ukuran dan bobotnya membuat proses pemindahan harus dilakukan secara bersama-sama oleh sekitar 20 orang karyawan.

Secara fisik, benda tersebut disebut menyerupai material baja ringan. Pada sejumlah bagian terlihat sambungan kabel serta bekas pengelasan yang menghubungkan beberapa bagian benda.

"Tidak ada tulisannya, seperti benda baru dibuat. Ada las-lasannya, pokoknya ada kabel-kabel penyambung," ungkapnya, Senin siang.

Dika, yang menyampaikan informasi soal temuan benda misterius tersebut menerangkan saat itu ayahnya bersama sejumlah rekan kerja ketika berangkat bekerja.

"Abahnya ulun [saya] bersama teman-teman ketika berangkat kerja untuk memanen sawit, sekitar pukul 06.00 WIB pagi, menemukan serpihan seperti itu. Benda logam seperti sisa serpihan pesawat atau apalah," ujarnya, Senin siang, dikutip dari detikKalimantan.

Menurut Dika, kondisi di sekitar lokasi penemuan sejauh ini terpantau aman. Tidak ditemukan bekas kebakaran di sekitar benda tersebut, meskipun sejumlah kabel masih terlihat melekat pada material logam itu.

"Kondisi sekitar aman saja, tidak ada bekas terbakar. Ada kabel-kabel juga di sekitarnya," tambahnya.

Penampakan benda itu kemudian menjadi perhatian setelah videonya beredar. Dalam rekaman tersebut, benda berukuran besar itu terlihat tergeletak di antara tanaman kelapa sawit.

Orang yang merekam video tersebut terdengar kebingungan mengidentifikasi temuan itu. Bentuknya yang menyerupai badan pesawat membuat muncul dugaan apakah benda tersebut merupakan bangkai pesawat atau helikopter.

"Ya, ini kita ketemu bangkai pesawat apa bangkai helikopter ini. Nah, ini di blok G/F 3839," ujar seseorang dalam video tersebut.

Respons aparat

Aparat pun memberikan perhatian serius atas temuan logam besar itu. Korem 102/Panju Panjung memastikan benda tersebut bukan milik militer dan kini berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengungkap asal-usulnya.

Benda asing yang ditemukan itu memiliki sejumlah ciri yang menarik perhatian. Mulai dari kabel yang terhubung, kode produksi, hingga bekas terbakar pada bagian permukaannya.

Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko melalui Pasi Intel Korem 102/Panju Panjung Mayor Inf Andry Suwiatmojo mengatakan selain personelnya diterjunkan ke lokasi, koordinasi juga dilakukan dengan instansi terkait, termasuk pihak yang memiliki kewenangan di bidang keantariksaan.

"Saat ini anggota kami sudah ke lokasi. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti instansi keantariksaan serta pihak penanganan benda asing untuk mengidentifikasi apa sebenarnya benda tersebut," kata Andry dalam keterangan, Senin sore, dikutip dari detikKalimantan.

Hingga kini, identitas dan asal-usul benda tersebut belum diketahui. Aparat masih menunggu hasil pendalaman dari pihak-pihak yang memiliki kompetensi untuk memastikan apakah benda itu merupakan bagian dari suatu kendaraan, material buatan manusia, atau objek lain.

"Kami belum bisa memastikan apa sebenarnya benda tersebut karena masih dilakukan pendalaman," kata Andry.

Untuk mendukung proses penyelidikan, area penemuan telah diamankan dengan pemasangan garis polisi.

Selain itu masyarakat diminta tidak menyentuh, mengutak-atik, ataupun memindahkan benda tersebut sebelum ada arahan dari petugas berwenang.

"Untuk informasi awal, kami pastikan bahwa benda tersebut bukan merupakan benda milik militer. Untuk itu kami juga meminta kepada masyarakat agar tetap tenang sambil menunggu informasi lebih lanjut dari petugas di lapangan," tegasnya.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Kotim, Ibnu Hasan Ali, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk mengungkap asal-usul suara keras yang terdengar tersebut. Hingga Senin siang, katanya, belum ada kesimpulan pasti mengenai sumber dentuman itu.

"Kami belum bisa memastikan, kami masih melakukan penelusuran serta analisis lebih lanjut terkait kepastian sumber suara dan apakah benda tersebut benar merupakan meteor atau sampah antariksa (space debris)," ungkap Ibnu.

Pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang diperlukan untuk mengidentifikasi material dan asal benda tersebut. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjawab apakah benda logam itu berkaitan dengan dentuman misterius atau merupakan peristiwa yang berbeda.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)
placeholder