Banyak Tantangan, Mendagri Pastikan Penanganan Karhutla Dioptimalkan

Kemendagri | CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 19:52 WIB
Kemendagri
(Foto: Arsip Kemendagri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dioptimalkan, termasuk menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Hal itu disampaikan Tito usai mengikuti Rapat Tingkat Menteri Membahas Situasi Terkini Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Polkam, Jakarta, Senin (19/10).

"Kita sama-sama melakukan pengendalian, mitigasi kebakaran hutan dan lahan ini, agar tidak berdampak lebih buruk dengan segala cara, termasuk di antaranya kalau memang ada korporasi yang terlibat, pemerintah Indonesia tidak akan segan-segan menindak tegas," ujar Tito.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengakui, salah satu tantangan dalam penanganan karhutla adalah pemadaman di lahan gambut yang membutuhkan air dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit, terutama ketika sumber air terbatas.

Dalam hal ini, hujan menjadi salah satu solusi, baik secara alami maupun melalui modifikasi cuaca. Namun, upaya modifikasi cuaca sendiri belum dapat dioptimalkan karena keterbatasan ketersediaan awan potensial.

"Nah, sekarang hambatannya apa? Kalau seandainya benih awannya enggak ada, sehingga tidak terjadi hujan alami, maupun hujan buatan yang dicoba tidak ada, itu, itu hambatan," tambah Mendagri.

Selain keterbatasan hujan, akses terhadap sumber air dalam volume besar juga menjadi kendala dalam pemadaman di lahan gambut. Kondisi ini turut diperparah oleh musim kemarau yang melanda sejumlah daerah.

Untuk mengatasi keterbatasan, pemerintah mengupayakan penggunaan bahan kimia berupa surfaktan yang dapat membantu meredakan api dengan kebutuhan air lebih sedikit.

"Dengan bahan itu, dengan jumlah air yang kecil, yang lebih sedikit, dia mampu untuk mendinginkan dan meredakan, mematikan kebakaran di lahan gambut. Nah, itu adalah salah satu upaya di tengah kesulitan air hujan, alami, maupun modifikasi cuaca," papar Tito.

Mendagri optimistis penanganan terpadu antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat segera meredakan karhutla. Ia juga berharap terjadi peningkatan ketersediaan benih awan, sehingga modifikasi cuaca dapat kembali dioptimalkan.

(rea/rir)
placeholder