PSI: Banyak Kader Desak Jokowi Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 17:51 WIB
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, mengungkapkan desakan kader agar Jokowi dilantik sebagai Ketua Dewan Pembina.
Presiden ketujuh Joko Widodo (tengah) didampingi Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie Louisa (kiri) dan Ketua Harian PSI Ahmad H M Ali (kanan) menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI (ANTARA FOTO/Abdan Syakura)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali mengaku banyak menerima desakan dari kader agar Presiden ketujuh RI Joko Widodo alias Jokowi segera dilantik menjadi ketua dewan pembina partai tersebut.

Usulan pelantikan itu bersamaan dengan rencana gelaran Rapimnas pada 16 November mendatang.

"Satu fakta bahwa hari ini DPP begitu banyak menerima desakan, meminta Pak Jokowi untuk segera masuk sebagai Ketua Dewan Pembina di partai ini," kata Ali di kantor DPP PSI, Jakarta, Senin (19/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali bilang pihaknya belum berbicara secara khusus dengan Jokowi terkait usulan tersebut.

Oleh karena itu, perihal desakan agar Jokowi segera dilantik, belum dimasukkan secara secara resmi di agenda partai maupun Rapimnas.

"Namun secara resmi DPP belum bertemu dengan beliau dan belum memasukkan sebagai agenda," katanya.

Eks Wakil Ketua Umum PSI itu mengatakan Rapimnas rencananya akan digelar di Surabaya, Jawa Timur. Gelaran Rapimnas akan bersamaan dengan ulang tahun partai.

"Sekaligus ulang tahun partai dan Rapimnas di Surabaya. Itu momen nasional. Rangkaiannya seperti apa, nanti teman-teman media akan saksikan sendiri beberapa agenda menarik yang disiapkan panitia," kata Ali.

Jokowi sebelumnya telah mengumumkan secara resmi dirinya telah bergabung dengan PSI sejak Oktober 2025.

Belakangan, dia baru menunjukkan KTA partainya saat hadir dalam Rakorda PSI di Bandung, Sabtu (26/9).

Jokowi menyinggung soal momentum yang pas untuk mengumumkan keanggotaannya di PSI.

"Banyak yang bertanya kok baru ditunjukkan sekarang, ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya, bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini karena momentumnya memang sekarang," ucap Jokowi lewat keterangan tertulis, Minggu (27/9).

(thr/kid)
placeholder