Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan kembali mengumpulkan sejumlah menterinya di Istana untuk membahas percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikan Menko Polkam, Dudung Abdurachman usai rapat gabungan bersama sejumlah menteri di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (19/10).
"Nanti jam 14.30 WIB, Bapak Presiden juga akan mengundang kami, sehingga kita akan dibahas kembali tentang Karhutla," kata Dudung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan pemerintah dan presiden memberi perhatian serius dalam penanganan karhutla. Baik melalui zoom maupun secara langsung.
"Oleh karenanya ini perlu diketahui seluruh rakyat bahwa pemerintah akan terus memperkuat koordinasi demi keamanan, ketenteraman, dan kesejahteraan," katanya.
Sejumlah wilayah di Indonesia masih diselimuti kabut asap akibat karhutla, per Senin (19/10). Berdasarkan pantauan BMKG melalui citra satelit Himawari pukul 08.00 WIB, indikasi sebaran asap kini bergerak ke arah barat laut hingga timur laut.
Di Sumatra, asap berada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.
Asap karhutla dari Indonesia juga masih terdeteksi di wilayah negara tetangga. Merujuk pada pantauan BMKG, transboundary haze atau pencemaran asap lintas batas dari Sumatera terdeteksi di Semenanjung Malaysia dan Singapura.
Semenanjung Malaysia dan Singapura juga tercatat terpengaruh oleh asap karhutla dari Kalimantan. Sama halnya dengan wilayah Sarawak.
