Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah mengevakuasi seekor orang utan yang terlihat berjalan kebingungan di kilometer 14 Jalan Pangkalan Bun-Kolam, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kemunculan satwa tersebut sempat menghebohkan masyarakat karena gerakannya dinilai tidak biasa.
Dilansir detikKalimantan, orang utan itu terlihat berkeliaran di sekitar ruas jalan tersebut selama beberapa hari. Perilakunya memicu kekhawatiran warga karena diduga satwa tersebut mengalami gangguan atau merasa tidak nyaman.
Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo, mengatakan evakuasi dilakukan setelah tim melakukan pemantauan terhadap keberadaan orang utan selama sekitar dua jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah mengintai selama dua jam, akhirnya orang utan yang terlihat beberapa hari lalu di kilometer 14 ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam berhasil dievakuasi bersama tim BKSDA Kalteng sore tadi," kata Trias, Minggu (18/10).
Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, membenarkan petugas telah turun ke lokasi untuk menangani keberadaan orang utan tersebut.
Menurut Handi, keberadaan orang utan di dekat jalan raya perlu ditangani secara tepat karena berpotensi membahayakan satwa itu sendiri maupun pengguna jalan yang melintas.
"Penanganan oleh petugas konservasi diperlukan agar satwa dapat diamankan dengan prosedur yang tepat. Langkah selanjutnya terhadap orang utan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan serta lokasi yang aman bagi satwa," katanya.
Sebelumnya, jasad orang utan dilaporkan mengapung di Sungai Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng).
Informasi mengenai temuan tersebut beredar di media sosial, Kamis (13/10). Menindaklanjuti laporan itu, BKSDA Kalteng dan OFI melakukan penyisiran di Sungai Kumai Rabu (14/10).
Penyisiran dilakukan untuk menelusuri titik lokasi yang disebut dalam informasi tersebut. Sekaligus, sambungnya, memastikan keberadaan jasad orang utan yang dilaporkan mengapung di sungai.
"Namun, upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan belum membuahkan hasil. Jasad yang dimaksud tidak ditemukan selama penyisiran berlangsung," kata Handi, Jumat (16/10).
Dia memastikan keberadaan jasad orang utan tersebut masih belum diketahui. Penyebab kematian satwa itu juga belum dapat dipastikan karena jasadnya belum ditemukan untuk diperiksa lebih lanjut.