Kualitas Udara Sumsel Diklaim Membaik usai Dilakukan OMC Dry Ice

CNN Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 12:35 WIB
Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memeriksa bahan semai untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah dimuat ke dalam pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (2
Kemenhut, BMKG, dan TNI laksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selata (Sumsel) untuk mengurangi asap karhutla dan meningkatkan kualitas udara. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan dry ice. Tujuannya, untuk mengurangi konsentrasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel).

Operasi berlangsung sejak 16 hingga 25 Oktober mendatang. Semai dry ice merupakan metode untuk membantu mengurai asap yang terperangkap di lapisan bawah atmosfer.

Operasi dilakukan berdasarkan kondisi atmosfer di lapangan dan dapat dikombinasikan dengan penyemaian garam (NaCl) apabila kondisi atmosfer mulai mendukung pertumbuhan awan hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Thomas Nifinluri mengatakan OMC dilakukan menggunakan anggaran APBN Kementerian Kehutanan.

Hasil sementara berdasarkan data BMKG, OMC dry ice di Sumsel terjadi penurunan konsentrasi PM atau kualitas udara 2.5 dari 660 (kategori berbahaya) di pagi hari menjadi 208 (kategori sangat tidak sehat), sore hari setelah sorti ke-2 dan visibility (jarak pandang) meningkat dari 300 meter di jam 9 pagi, menjadi 2.800 meter di sore hari.

"Pendekatan secara khusus menggunakan bahan semai dry ice ditujukan untuk menipiskan asap karhutla, dengan memengaruhi kondisi suhu atmosfer dan membantu mengganggu kestabilan lapisan inversi, sehingga pergerakan udara menjadi lebih baik dan konsentrasi asap di dekat permukaan berpotensi berkurang," kata Thomas dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10).

Pada hari pertama pelaksanaan, OMC dilakukan melalui satu sortie penerbangan dengan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai dry ice di sekitar wilayah Palembang. Sedangkan hari berikutnya, penerbangan direncanakan sebanyak dua sortie atau disesuaikan dengan kondisi cuaca dan atmosfer.

Thomas menjelaskan operasi akan terus menyesuaikan perkembangan kondisi atmosfer.

Jika lapisan inversi mulai menipis dan terdapat potensi pertumbuhan awan hujan, penyemaian dry ice dapat dikombinasikan dengan bahan semai garam untuk mendukung proses pembentukan hujan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan bersama TNI Polri, BNPB, BMKG, BPBD, Manggala Agni Kemenhut, Masyarakat Peduli Api dan Relawan.

"Pelaksanaan OMC dengan pendekatan penipisan asap ini menjadi salah satu upaya pendukung yang diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas udara di wilayah terdampak," kata Dwi.

[Gambas:Video CNN]

(yoa/ins)
placeholder