Asap Karhutla Kian Pekat, Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca di Danau Toba

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 13:23 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution
Seluruh wilayah di Sumatera Utara diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman dari Sumatra Selatan dan Kalimantan. Untuk mengurangi asap yang semakin pekan dilakukan modifikasi cuaca agar turun hujan. (CNN Indonesia/Farida)
Medan, CNN Indonesia --

Seluruh wilayah di Sumatera Utara diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman dari Sumatra Selatan dan Kalimantan. Untuk mengurangi asap yang semakin pekan dilakukan modifikasi cuaca agar turun hujan.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, modifikasi cuaca dilakukan mulai Kamis (15/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026). Kawasan Danau Toba menjadi salah satu wilayah yang menjadi sasaran awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini sampai besok kami juga sudah mencoba untuk modifikasi cuaca agar bisa menurunkan hujan di wilayah Sumatera Utara, hari ini kami coba di kawasan Danau Toba," kata Bobby, Kamis (15/10).

Menurut Bobby, upaya modifikasi cuaca tidak hanya dilakukan di kawasan Danau Toba. Sejumlah wilayah lain di Sumut juga akan menjadi sasaran secara bertahap, dengan harapan hujan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap

"Untuk daerah lainnya di beberapa wilayah di Sumatera Utara akan dilakukan secara bertahap," ucapnya.

Selain mengupayakan modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan, Bobby mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru untuk membahas langkah lain dalam menangani kabut asap. Salah satu metode yang dibicarakan adalah penggunaan dry ice atau es kering.

"Tadi sudah komunikasi dengan Gubernur Sumatera Selatan yang hari ini juga sudah membuat dry ice mengangkat asapnya biar bisa naik, tidak berbahaya asapnya turun ke darat, melalui teknologi yang ada," ujarnya.

Metode dry ice disebut bakal digunakan jika modifikasi cuaca tidak berhasil menurunkan hujan. Langkah itu diambil untuk memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat asap.

"Kalau besok upaya penurunan hujan di beberapa wilayah di Sumatera Utara berhasil, mungkin ada beberapa yang tidak berhasil, asapnya masih tinggi kami akan coba berbagai upaya memastikan asap yang ada di Sumatera Utara tidak mengganggu aktivitas sehari-hari kita semua," katanya.

Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumut semakin mengganggu jarak pandang. Kabut asap ini disebut merupakan kiriman dari wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Kalimantan yang terbawa oleh pergerakan massa udara.

Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho mengatakan berdasarkan pemantauan pada 15 Oktober 2026, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

"Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit pada 15 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB juga menunjukkan penurunan jarak pandang berkisar antara 1-3 km," ujarnya.

(fnr/fra)
placeholder