OTT Bupati Klaten Diduga Terkait Suap, Termasuk Audit BPK

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 20:07 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selasa (5/3). CNN Indonesia / Andry Novelino
Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo diduga berkaitan dengan suap, termasuk perihal audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo diduga berkaitan dengan suap, termasuk perihal audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ismoyo bersama sejumlah pihak lain tertangkap tangan dalam OTT yang dilakukan KPK di Klaten dan Jakarta, Kamis (15/10). Para pihak tertangkap tangan meliputi bupati, ASN Pemerintah Kabupaten Klaten, pihak swasta, dan BPK setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara, berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah)," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Kamis (15/10) malam.

"Selain itu ada dugaan pemberian yang dilakukan oleh bupati kepada oknum BPK terkait dengan audit," sambungnya.

Dalam operasi senyap tersebut, tim penindakan KPK turut mengamankan uang sejumlah sekitar Rp1 miliar. Jumlah itu masih hitungan sementara.

Budi menambahkan para pihak yang tertangkap tangan termasuk bupati saat ini masih menjalani permintaan keterangan di Polres Klaten.

Sedangkan untuk pihak yang ditangkap di Jakarta sedang menjalani permintaan keterangan di Gedung Merah Putih KPK.

(ryn/fra)
placeholder