Sebanyak 10 lurah finalis Benyamin S Award 2026 dijadwalkan mengikuti sesi memaparkan program-program unggulan mereka secara langsung di hadapan dewan juri hari ini, Kamis (15/10).
Menghadapi sesi pemaparan, para lurah menyatakan kesiapannya menyusul pembekalan pelatihan public speaking yang digelar Biro Kerja Sama Daerah (Biro KSD) DKI Jakarta bersama ParagonCorp selaku mitra pada Selasa (13/10). Pelatihan berbasis praktik ini bertujuan mengasah keterampilan para pimpinan wilayah dalam mengemas aspirasi masyarakat menjadi presentasi yang persuasif dan berbobot.
Dalam pelatihan, para lurah dibekali materi seperti presence and mindset, struktur pesan, hingga teknik storytelling. Keterampilan berkomunikasi ini diarahkan agar para lurah mampu menyampaikan ide dan gagasan kepemimpinan berbasis penyelesaian masalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatihan diikuti oleh peserta finalis lurah dari Kelurahan Kebon Sirih, Cilandak Barat, Kebon Baru, Tamansari, Sukabumi Utara, Srengseng, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, Kelapa Gading Timur, dan Kelurahan Pulau Panggang.
Lurah Kebon Sirih, Henny Mahrojah mengungkapkan antusiasme usai mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diterima memberikan sudut pandang baru dalam menyampaikan paparan publik.
"Seru dan sangat bermanfaat. Saya baru tahu ternyata dalam paparan itu ada hal-hal mendasar yang harus diperhatikan. Kita harus bisa bercerita agar audiens dan penilai tertarik dengan apa yang dibawakan. Ilmu ini yang saya terapkan untuk paparan hari ini," kata Henny.
Senada dengan hal itu, Lurah Tamansari, Abdul Malik Raharusun menyebut bahwa sesi pelatihan dan coaching ini menjadi modal penting untuk tampil percaya diri di hadapan juri.
Ia menuturkan, selama pelatihan, peserta diajak melakukan simulasi interaktif, mulai dari dialog, diskusi kelompok, hingga praktik membangun kerja sama tim.
"Public speaking ini menjadi pengalaman sekaligus modal kami untuk tampil. Sesi pembekalannya seru sekali karena ada praktik imajinasi, berdialog, dan berdiskusi bersama," ujarnya.
Melalui pembekalan ini, para lurah diharapkan dapat meyakinkan dewan juri bahwa program yang mereka usung benar-benar menjawab kebutuhan warga di wilayah masing-masing.
Pelatih Komunikasi, Omar Danishwara selaku mentor pelatihan menjelaskan bahwa para lurah perlu melihat keterampilan berkomunikasi itu tak terpisah dengan keterampilan lain. Keterampilan ini menjadi aspek penting, terlebih ketika para lurah mendapatkan amanah untuk menjadi seorang pemimpin.
"Sosok leader itu pada akhirnya mencoba melihat banyak hal itu dengan keterampilan masing-masing, termasuk komunikasi, salah satunya misal public speaking, atau misalnya komunikasi efektif tapi berbasis problem solving," ucap Omar.
Ia menjelaskan, salah satu target dari pelatihan ini juga adalah agar para lurah dapat mengkomunikasikan program kepada masyarakat.
"Bagaimana nanti mengomunikasikan program itu kepada masyarakat sehingga program itu dapat diwujudkan dengan baik, kemudian dapat dimanifestasikan bersama, sekaligus dampaknya itu sustainable," katanya.
Setelah tahap pemaparan hari ini, rangkaian ajang Benyamin S Award 2026 akan dilanjutkan ke tahap akhir berupa presentasi. Pengumuman kelurahan peraih penghargaan bergengsi ini dijadwalkan bakal digelar pada 30 Oktober.
Benyamin S Award merupakan program Pemprov DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah, Sekretariat Daerah (Setda) yang mengapresiasi kelurahan yang berkomitmen mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.
(rea/rir)