Jalur pendakian Gunung Sibayak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara ditutup sementara untuk umum selama satu bulan.
Penutupan ini untuk mendukung pemulihan ekosistem sekaligus penataan dan peningkatan kualitas jalur pendakian di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/1/UPTD TAHURA BB/X/2026 tentang Penutupan Sementara Jalur Pendakian di Gunung Sibayak di Taman Hutan Raya Bukit Barisan.
Kepala UPTD Taman Hutan Raya Bukit Barisan, Faisal Simangunsong mengatakan surat edaran ini ditujukan kepada calon pendaki, masyarakat, pengunjung wisata, serta pihak terkait bahwa seluruh kegiatan pendakian Gunung Sibayak ditutup mulai 15 Oktober hingga 15 November 2026.
Penutupan dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi pelaksanaan kegiatan pemulihan ekosistem serta penataan jalur pendakian. Selain itu, untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas jalur agar lebih baik saat kembali dibuka untuk pengunjung.
"Pembukaan kembali jalur pendakian akan diinformasikan melalui pemberitahuan resmi setelah mempertimbangkan hasil kegiatan pemulihan ekosistem dan kesiapan aksesibilitas jalur pendakian," kata Faisal.
Gunung Sibayak merupakan salah satu gunung di Sumatera Utara yang paling sering dikunjungi. Bagi pendaki pemula maupun wisatawan umum, gunung ini sering dipilih untuk pendakian pulang hari (tektok) untuk menikmati panorama kawah dan pemandangan dari puncak.
"Penutupan sementara ini diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas jalur pendakian bagi pengunjung ke depannya. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan informasi resmi dari pengelola Tahura Bukit Barisan," kata Faisal.
(fnr/fra)

