1 Penumpang KM Feronia Diduga Terjebak di Toilet Saat Kapal Tenggelam

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 08:27 WIB
Satu orang penumpang kapal wisata KM. Feronia yang masih dalam pencarian diduga kuat terjebak di dalam toilet yang terkunci dari dalam saat kapal tiba-tiba terbalik dan tenggelam di perairan Tatawa Besar, Taman Nasional Komodo, Selasa (13/10).
Satu penumpang kapal wisata KM Feronia yang masih dalam pencarian, diduga kuat terjebak di dalam toilet kapal, saat kapal tiba-tiba terbalik. (Dok. Istimewa)
Labuan Bajo, CNN Indonesia --

Satu penumpang kapal wisata KM Feronia yang masih dalam pencarian, diduga kuat terjebak di dalam toilet kapal, saat kapal tiba-tiba terbalik dan tenggelam di perairan Tatawa Besar, Taman Nasional Komodo, NTT, Selasa (13/10).

Korban yang merupakan pemandu selam berkewarganegaraan Indonesia berinisial VBJ atau Veronica Beatrix Jessica, itu belum ditemukan hingga petang hari, kemarin.

"Korban berada di dalam toilet dalam posisi pintu terkunci dari dalam. Ketika kapal mendadak terbalik ke arah kiri, korban tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut tenggelam bersama lambung kapal," kata Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, Selasa malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Operasi pencarian terhadap Veronica Beatrix Jessica dihentikan sementara pada Selasa petang karena jarak pandang yang terbatas. Pencarian akan kembali dilakukan pada Rabu (14/10) pagi.

"Kita lakukan pencarian kembali. Kami akan berusaha semaksimal mungkin bersama seluruh unsur SAR untuk menemukan korban dalam keadaan apa pun," ujar Leonardo.

Berdasarkan keterangan polisi, kapal jenis open deck diving berbobot GT 51 itu berlayar dari Manta Point menuju perairan Tatawa Besar dengan kecepatan 10 knot. Saat berjarak sekitar 15 meter dari pusaran arus yang kuat, nakhoda bernama Isran menurunkan kecepatan menjadi 8 knot.

Namun begitu memasuki pusaran, kapal langsung hilang kendali, berbalik arah, dan seketika terbalik ke sisi kiri sebelum akhirnya tenggelam.

Saat kapal terbalik, penumpang dan kru segera melompat ke laut. Awak kapal sempat membentangkan perahu karet darurat untuk penyelamatan.

Di saat yang sama dua kapal cepat (speedboat) yang melintas, Red Whale dan Mac Cruise, segera memberikan pertolongan pertama sebelum Tim SAR Gabungan tiba di lokasi.

Sebanyak 29 orang berhasil dievakuasi dengan selamat, namun tiga turis asing dilaporkan mengalami luka-luka.

"Ketiga korban luka merupakan warga negara asing dan sedang mendapatkan perawatan medis intensif di darat," tambah Leonardo.

Ketiga turis asing yang terluka adalah William Barnet yang mengalami luka di kepala, Teagans Monks dengan luka di kaki, serta Yannick Wassmer yang mengalami lecet di kaki.

Penyidik Polres Manggarai Barat kini mendalami penyebab kecelakaan tersebut. Selain arus yang kuat, polisi juga menyoroti faktor konstruksi kapal yang dinilai rawan.

KM Feronia diketahui memiliki lambung yang relatif pendek dan kecil, namun dengan bangunan kabin yang cukup tinggi kondisi yang membuat kapal sangat labil dan mudah oleng saat dihantam arus.

"Kami tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian atau kesalahan manusia dari pihak nakhoda yang kurang memperhitungkan kestabilan kapal saat melintasi pusaran arus," tegas Leonardo.

Polisi telah menerbitkan Laporan Polisi Model A. Penyidik akan memeriksa nakhoda, kepala kamar mesin, tiga anak buah kapal, serta memanggil agen pelayaran dan pemilik kapal untuk dimintai keterangan.

(lou/isn)
placeholder