Terduga pelaku perundungan seorang mahasiswa Telkom University bertambah jadi empat orang. Jumlah tersebut bertambah berdasarkan hasil pemeriksaan dan sidang internal yang dilakukan pihak kampus.
Rektor Telkom University, Suyanto, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara internal dengan melibatkan pimpinan universitas serta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).
"Berdasarkan perkembangan hasil pemeriksaan dan sidang tersebut, jumlah mahasiswa yang teridentifikasi sebagai pelaku bertambah dari tiga menjadi empat orang, sementara satu mahasiswa ditetapkan sebagai korban," ujar Suyanto dikutip detikJabar, Selasa (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suyanto memastikan seluruh mahasiswa yang terlibat dalam kasus tersebut merupakan mahasiswa baru angkatan 2026. Empat mahasiswa ditetapkan sebagai pelaku, sedangkan satu mahasiswa lainnya menjadi korban.
"Seluruh mahasiswa yang terlibat dalam kejadian ini merupakan mahasiswa baru angkatan 2026," katanya.
Pihak kampus tidak membeberkan secara terperinci identitas empat mahasiswa yang terlibat. Telkom University menyatakan tetap berkomitmen mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat melalui penegakan aturan serta perlindungan terhadap korban.
"Serta penguatan langkah pencegahan secara berkelanjutan. Dengan lingkungan kampus yang kondusif dan berintegritas, Telkom University terus mendorong lahirnya talenta terbaik bangsa yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia," katanya.
Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan setelah video perundungan terhadap seorang mahasiswa Telkom University viral di media sosial. Aksi tersebut diduga melibatkan kekerasan fisik maupun verbal.
Dalam video yang beredar, para pelaku juga terlihat menyulut korek api ke arah seprei hingga menimbulkan semburan api.
Baca selengkapnya di sini.
(tim/isn)