Pramono soal Putusan Ganjil-Genap: Tunggu Jalur MRT ke Kota Tua Beres

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 22:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan putuskan kebijakan ganjil-genap setelah jalur MRT selesai.
Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur (Wagub) Rano Karno saat menjajal bus Transjakarta dan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta ke Balai Kota Jakarta (ANTARA/HO- Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan memutuskan kebijakan ganjil-genap (gage) di ibu kota setelah pembangunan jalur Moda Raya Terpadu (MRT) hingga ke Kota Tua selesai.

"Tentunya kalau saya jawab sekarang, saya tidak melihat kenyataan yang ada," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10) dikutip dari Antara.

Pramono menjelaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini masih menyelesaikan pembangunan jalur MRT yang direncanakan akan membentang dari Pondok Labu di Jakarta Selatan hingga Kota Tua di Jakarta Barat pada 2029.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono pun berharap jalur MRT Lebak Bulus ke kawasan Harmoni dan Monas dapat beroperasi pada 2027.

Ia optimistis ketika jalur MRT hingga Stasiun Kota Tua selesai, kemacetan yang selama ini terjadi akibat pengerjaan proyek di sepanjang jalur tersebut bisa diatasi.

Dengan demikian, sambungnya usulan penambahan ganjil-genap bisa segera dipertimbangkan dan diputuskan untuk dilanjutkan atau tidak.

"Begitu saya cabut kebijakan ini, ternyata belum selesai sampai dengan Kota Tua, pasti lalu lintas ataupun transportasinya juga terganggu," ujar Pramono.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji penerapan ganjil genap di sejumlah ruas jalan yang terdampak pembangunan MRT Jakarta, salah satunya adalah Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

Pramono mengatakan setelah adanya pembangunan MRT, kondisi lalu lintas di sejumlah ruas tersebut akan berubah. Oleh sebab itu, penerapan ganjil-genap perlu kembali dikaji.

Untuk itu, perlu dilakukan kajian untuk menentukan apakah akan ada perubahan terhadap penerapan ganjil genap di ruas jalan tersebut.

"Karena memang beberapa ruas sekarang ini terdampak, misalnya seperti Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan sebagainya. Sedang kita kaji untuk segera diputuskan," kata Pramono.

(antara/kid)
placeholder