Sejumlah desa di Aceh Tamiang, Aceh, terendam banjir luapan, sehingga ratusan warga harus mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan banjir merendam 14 desa di enam kecamatan di Aceh Tamiang sejak Minggu (11/10) malam.
Kejadian itu terjadi setelah wilayah Aceh Tamiang diguyur hujan deras, sehingga menyebabkan pemukiman warga terendam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desa terendam banjir tersebar di Kecamatan Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu dan Bendahara.
"Korban terdampak masih dilakukan pendataan," kata Kepala BPBA Bahron Bakti dalam keterangannya, Senin (12/10) dikutip dari detikSumut.
Menurutnya, sejauh ini terdata bahwa banjir menyebabkan 150 kepala keluarga (KK) di Desa Bandar Khalifah dan lima KK di Desa Rongoh Kecamatan Tamiang Hulu harus mengungsi.
Selain itu pengungsi juga terdapat di Desa Alur Selebu Kecamatan Kejuruan Muda sebanyak 110 KK, dan Desa Sumber Makmur Kecamatan Tenggulun sebanyak 20 Kk.
"Ketinggian banjir berkisar 30 hingga 50 sentimeter. Kondisi terakhir debit air terus bertambah," ujarnya.
Sementara di Aceh Tengah, banjir merendam Desa Bamil Nosar di Kecamatan Bintang, dan longsor terjadi di Desa Toweren Kecamatan Lut Tawar pada Minggu (11/10).
Bahron mengatakan, akses jalan sempat tertutup material longsor namun saat ini sudah dapat dilewati kembali.
Banjir juga dilaporkan terjadi di Aceh Tenggara dan Gayo Lues. Banjir di sana juga terjadi setelah kawasan itu diguyur hujan lebat sehingga menyebabkan aliran sungai meluap.
(tim/kid)