Akses Sulit hingga Krisis Air Hambat Pemadaman Karhutla di Kalimantan

CNN Indonesia
Minggu, 11 Okt 2026 20:10 WIB
Petugas menarik selang saat memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman warga di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palangka Raya menyebutkan sejak pene
Karhutla kepung Kalimantan. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membeberkan kendala yang dihadapi untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (kahrhutla) di wilayah Kalimantan.

Kendati demikian, Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan Yudo Shekti Mutiko mengatakan upaya pemadaman terus dilakukan, meski petugas menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

"Pemadaman terus dilakukan. Apalagi juga Pak Menteri kan juga menugaskan kami untuk membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dan juga melibatkan masyarakat itu di kegiatan-kegiatan pemadaman," kata Yudo seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (11/0).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yudo menyebut salah satu tantangan utama dalam pemadaman Karhutla adalah aksesibilitas. Kata dia, tidak semua lokasi kebakaran mudah dijangkau, namun petugas tetap berupaya mencapai lokasi, termasuk melalui jalur air.

Sementara itu, lanjut Yudo, pemadaman udara juga tidak selalu dapat menjadi pilihan ketika kondisi tidak memungkinkan.

"Tantangan yang utama itu aksesibilitasnya luar biasa. Tidak semua bisa kita jangkau. Tapi biarpun sulit-sulitnya dijangkau, kita tetap berupaya. Mau lewat air kita kerjain juga," ujarnya.

Selain akses, keterbatasan sumber air akibat musim kemarau juga menjadi tantangan. Karena itu, Manggala Agni sejak awal mengembangkan sumur bor sebagai salah satu solusi pemadaman di lokasi yang sulit mendapatkan sumber air.

Yudo menegaskan berbagai kendala tersebut tidak menghentikan upaya pemadaman. Petugas tetap bekerja, termasuk pada malam hari, untuk menangani Karhutla di lapangan.

"Kesulitan ada, tapi bukan berarti kita nggak berupaya ya, kita tetap lakukan terus. Terus teman-teman juga kayak jangankan siang, malam juga dikerjakan," ujarnya.

Menurut Yudo, Manggala Agni akan tetap bertahan menjalankan tugas pemadaman meski menghadapi risiko keselamatan.

"Kalau yang lain mundur, Manggala Agni tetap bertahan biarpun ada risiko keselamatan. Tapi mereka tetap mengerjakan itu," ucap dia.

(dis/dal)
placeholder