Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut akan ada ekspedisi ke setiap kota yang berada di jalur Anyer-Panarukan.
Rio mengatakan kegiatan ekspedisi tersebut merupakan implementasi dari kegiatan Anyer-Panarukan 3R: Road, Route, Roots yang baru diluncurkan bersama Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah.
"Pertama, ada ekspedisi ini, dari Anyer ke Panarukan. Nanti kita akan visit ke berbagai kota, di situ kita akan gali literasi, sejarahnya, budayanya, potensi desanya," ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (11/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan hasil pendalaman itu akan menjadi dasar penentuan kebijakan atau program yang diharapkan dapat menopang ekonomi dan bisnis bagi kota-kota di jalur Anyer-Panarukan.
"Karena ini akan menjadi program tahunan, bukan hanya kick-off aja, tapi program tahunan, maka dari tahun 2026 ini kita akan apa namanya, kita akan kumpulkan dulu berbagai informasi, kemudian nanti akan dijadikan program 2027," jelasnya.
Rio menambahkan hasil ekspedisi tersebut tidak hanya sebatas pada kegiatan atau festival semata. Akan tetapi juga bisa digunakan sebagai rekomendasi dan saran kebijakan yang harus diambil kepada Pemerintah Pusat.
"Berbagai isu nanti tidak hanya soal festival, tapi juga rekomendasi ke pusat apa sih yang harus dikerjakan di jalur ini," tuturnya.
Secara khusus, Rio mengatakan untuk tahun 2027 besok, dijadwalkan akan ada Festival Hari Raya Tembakau di Situbondo yang akan melibatkan sekitar 5.000 penari.
Sebelumnya Rio menjelaskan inisiatif program ini bermula dari sejarah Jalur Anyer-Panarukan yang menjadi bagian penting dan menghubungkan wilayah pesisir barat Pulau Jawa hingga ujung timur Pulau Jawa.
Menurutnya selain nilai historis yang kuat, jalur ini juga menyimpan potensi besar mulai dari pengembangan pariwisata, pelestarian warisan budaya hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Sejak awal kita berfikir bahwa Situbondo dan Serang ini punya aset sejarah yang itu bisa menjadi katalisator pembangunan daerah," ujarnya.
Oleh sebab itu, ia menekankan bahwa program Anyer-Panarukan 3R bukan hanya kepentingan Pemkab Serang dan Situbondo semata. Akan tetapi, kata dia, juga bisa berdampak pada banyak wilayah yang ada di jalur tersebut.
"Harapannya bahwa Anyer-Panarukan ini bukan hanya sekedar artefak sejarah, tapi bisa kita kapitalisasi menjadi, eh, semacam mesin pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
"Jadi ini bukan hanya kepentingan Kabupaten Serang dan Kabupaten Situbondo. Ini kepentingan Indonesia," imbuhnya.


