Alasan Pramono Anung Ngegas Pamerin Transportasi Jakarta ke Mamdani

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Okt 2026 16:15 WIB
Diskusi Gubernur DKI Jakarta dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani
Pramono Anung cerita alasan langsung tancap gas pamer keunggulan sistem transportasi publik di Jakarta ke Walkot New York Zohran Mamdani. (Tangkapan Layar IG @pramonoanungw)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menceritakan momen yang membuatnya langsung tancap gas memamerkan keunggulan sistem transportasi publik di Jakarta saat bertemu Wali Kota New York Zohran Mamdani beberapa waktu lalu

Momen tersebut diungkapkan Pramono saat memberikan sambutan dalam pembukaan Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Sabtu (10/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono menceritakan awal mula pertemuan yang berlangsung sekitar tiga pekan lalu itu. Ia semula menduga akan menjadi pihak yang mencecar banyak pertanyaan kepada pimpinan kota New York tersebut.

Namun situasi berbalik ketika Mamdani justru menanyakan rahasia pengelolaan transportasi Jakarta yang ia nilai lebih baik dibanding New York, meski menampung jumlah populasi yang jauh lebih besar.

"Ketika saya diundang Wali Kota Mamdani, saya pikir saya yang akan tanya. Begitu duduk, dia tanya duluan, 'Kenapa Jakarta yang penduduknya 11 juta dibandingkan dengan New York yang penduduknya 8,4 juta, tetapi transportasi di Jakarta lebih baik daripada di New York?'" ujar Pramono menirukan ucapan Mamdani.

Mendengar pertanyaan tersebut, seperti diberitakan detikcom pada Sabtu (10/10), Pramono mengaku tak menyia-nyiakan momen untuk unjuk gigi mengenai pencapaian tata kelola transportasi Jakarta.

"Di situ saya langsung, 'Waduh, ini kesempatan gua untuk sombong sama Mamdani,'" kelakar Pramono yang disambut gelak tawa para tamu undangan.

[Gambas:Video CNN]

Dalam perbincangan tersebut, Pramono menjelaskan bahwa kunci utama penataan mobilitas Jakarta terletak pada dorongan masif agar warga mau beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum.

Langkah tersebut menjadi krusial mengingat Jakarta menghadapi beban migrasi harian yang sangat tinggi dari daerah penyangga.

Pramono memaparkan persoalan kemacetan di Jakarta dipicu pergerakan sekitar 3,5 juta hingga 4 juta orang dari wilayah aglomerasi yang masuk setiap pagi untuk bekerja, lalu kembali ke rumah masing-masing pada sore hari.

Guna mengurai kepadatan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperluas jangkauan layanan angkutan umum lintas batas wilayah, salah satunya lewat optimalisasi armada Transjabodetabek.

"Maka sekarang ini kan ada Transjabodetabek dari Jakarta ke Blok M, dari Bekasi ke Blok M, dari Tangerang Selatan ke Blok M," jelas Pramono.

Pramono meyakini perluasan integrasi rute transportasi massal ini dapat secara bertahap mengubah kultur masyarakat agar semakin nyaman menggunakan angkutan umum, sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka kemacetan di Jakarta.

(chri)