Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) Pusat bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) memperkuat peran Posyandu dalam mendukung pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penguatan tersebut dilakukan melalui kunjungan ke Posyandu Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kamis (8/10). Langkah ini bertujuan mendukung pemenuhan layanan dasar masyarakat, khususnya kelompok rentan yang terdampak bencana.
Enam bidang SPM yang menjadi fokus penguatan meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan cakupan tersebut, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga wadah partisipasi masyarakat untuk mendukung pemenuhan berbagai kebutuhan dasar di tingkat desa.
Mewakili Ketua Umum TP Posyandu dan TP PKK Tri Tito Karnavian, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Umum TP Posyandu Pusat sekaligus Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat Safriati Safrizal menekankan pentingnya peran kader dalam memastikan layanan dasar menjangkau masyarakat.
Menurut Safriati, 10 Program Pokok PKK dan peran Posyandu dapat menjadi penggerak perubahan di tingkat keluarga dan komunitas, terutama dalam mendampingi kelompok rentan setelah bencana.
"Saya mengajak pengurus/kader PKK dan pengurus/kader Posyandu Desa Satar Padut untuk terus aktif melakukan pendampingan, edukasi kesehatan, serta memastikan pelayanan Posyandu tetap berjalan, terutama bagi kelompok rentan," katanya.
Ia menjelaskan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dilakukan dengan memperbaiki kondisi fisik lingkungan. Upaya tersebut juga perlu disertai pemulihan ketahanan keluarga serta pemenuhan layanan dasar agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.
Dalam proses itu, kader Posyandu dan PKK diharapkan terus hadir mendampingi keluarga terdampak, sekaligus memastikan mereka memperoleh edukasi dan pelayanan yang dibutuhkan selama masa pemulihan.
"Saya percaya dan yakin, dengan dukungan seluruh pihak, Desa Satar Padut, Kabupaten Manggarai Timur khususnya dan Provinsi NTT secara umum dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," ucapnya.
Safriati juga menegaskan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan untuk menunjang operasional pelayanan Posyandu sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Insyaallah, doa kami selalu menyertai langkah Bapak dan Ibu semua dalam melalui bencana ini," tandasnya.
Dalam kunjungan tersebut, TP Posyandu dan TP PKK Pusat menyalurkan sejumlah bantuan untuk mendukung pelayanan Posyandu dan membantu warga terdampak. Bantuan itu mencakup satu paket alat antropometri yang terdiri atas timbangan bayi, stadiometer, length board, dan alat ukur tinggi badan.
Selain itu, disalurkan satu paket bahan medis habis pakai berupa kasa steril, kasa perban, plester rol, kantong P3K, povidone iodine 10 persen, dan plester luka, serta enam alat pengukur tekanan darah dan 30 kursi pelayanan.
Bantuan kebutuhan masyarakat juga meliputi 50 paket makanan ringan anak, 50 paket sembako, lima dus air mineral, satu dus Promina Snack Rice rasa stroberi, lima dus susu Indomilk cokelat, 10 dus susu Ultramilk Tango, dan dua dus susu UHT cokelat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Timur Theresia Wisang, pengurus dan kader TP Posyandu serta TP PKK Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai Timur, pengurus dan kader TP Posyandu serta TP PKK Desa Compang Cibal, serta perwakilan dari enam Posyandu di Kabupaten Manggarai Timur.
(ory/ory)