Karhutla di Kobar Kalteng Masih Membara, Bupati Geram Minta APH Tegas

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 14:34 WIB
Karhutla di Kotawaringin Barat, Kalimantan masih belum reda, selalu ada muncul baru. Bupati minta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Ilustrasi. Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan lahan gambut yang terbakar di Desa Natai Baru, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Ario Tanoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, yang belum juga reda tak hanya menjadi persoalan pemadaman.

Pemerintah daerah kini menyoroti dugaan kuat keterlibatan manusia sebagai pemicu kebakaran.

Bupati Kobar Nurhidayah meminta aparat penegak hukum tidak ragu mengambil tindakan apabila menemukan adanya pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sudah meresahkan. Kalau memang ada yang membakar, saya minta aparat penegak hukum mengamankan pelakunya," tegas Nurhidayah dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanggulangan Karhutla di wilayah Kobar, Kamis (8/10) kemarin dikutip dari detikKalimantan.

Dalam rapat itu disebutkan sekitar 90 persen kejadian karhutla berkaitan dengan aktivitas manusia. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat kebakaran terus muncul meski upaya pemadaman dilakukan setiap hari.

Atas dasar itu, dia menekankan kepada pimpinan APH agar penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada upaya memadamkan api.

"Jika kebakaran kembali terjadi akibat ulah manusia, maka langkah penegakan hukum perlu berjalan bersamaan dengan pencegahan dan pemadaman," katanya.

Senada, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar Dwi Agus Suhartono juga menyoroti faktor manusia dalam munculnya kebakaran.

Berdasarkan penanganan di lapangan, pencegahan dinilai harus diperkuat agar petugas tidak terus menghadapi titik api baru.

Pengawasan kawasan yang rawan terbakar menjadi salah satu langkah yang dibahas dalam koordinasi lintas sektor tersebut. Pemerintah juga mendorong keterlibatan seluruh unsur untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Ia menegaskan koordinasi antarlembaga harus diperkuat. Menurutnya, pemadaman, pencegahan, edukasi masyarakat, hingga penegakan hukum harus dilakukan secara bersamaan.

Dengan kebakaran yang masih terus muncul, pemerintah daerah berharap penanganan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran dapat memberikan efek pencegahan.

"Sebab, tanpa menghentikan sumber munculnya api, petugas akan terus berhadapan dengan kebakaran baru yang berpotensi memperburuk dampak kabut asap bagi masyarakat," kata Agus dalam rakor tersebut.

Tim penanganan karhutla kewalahan

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel mengungkapkan beratnya kondisi yang dihadapi petugas di lapangan. Tim penanganan karhutla disebut harus berulang kali bergerak ke lokasi kebakaran yang muncul hampir setiap hari.

"Tim sudah kewalahan, hampir tiap hari terjadi kebakaran lahan," ujar Samuel.

Situasi tersebut membuat pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan lebih luas dari berbagai pihak.

"Masyarakat diharapkan ikut mencegah pembakaran, sementara aparat diminta melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pihak yang terbukti melanggar hukum," kata dia.

Berdasarkan data Kemenhut per Kamis kemarin, di enam provinsi prioritas yang berada di Sumatra dan Kalimantan mayoritas terjadi peningkatan hotspot.

"Dinamika di enam provinsi prioritas menunjukkan perkembangan yang perlu terus diwaspadai. Hotspot high confidence tercatat sebagai berikut: Kalimantan Tengah: 225 titik, meningkat dari 182 titik; Sumatera Selatan: 224 titik, meningkat dari 71 titik; Kalimantan Barat: 47 titik, meningkat dari 34 titik; Kalimantan Selatan: 31 titik, meningkat dari 18 titik; Jambi: 16 titik, turun dari 21 titik; dan Riau: nihil, tetap nihil," demikian dikutip dari siaran pers pada laman Kemenhut yang diakses Jumat pagi.

Dalam paparan itu, Kemenhut kembali menegaskan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit, sehingga tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar.

Sementara itu merujuk pada laman Sistem Pemantauan Karhutla, SiPongi yang dikelola Kemenhut, per Jumat ini berdasarkan data satelit NASA-NOAA20 ada 3 hotspot dengan tingkat kepercayaan high di wilayah Kobar, dan 217 dengan tingkat keterpercayaan medium.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)
placeholder