Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto bantah isu yang menganggap reshuffle kabinet beberapa waktu lalu untuk melepaskan pengaruh Presiden ketujuh RI Joko Widodo.
Bambang menegaskan reshuffle pemerintah tetap solid dan tak ada kaitannya dengan hubungan antara pemerintahan Presiden Prabowo dengan pendahulunya itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak ada isu mempreteli, beritanya enggak benar. Kita tetap solid kok. Tidak ada kaitannya dengan dengan hal mempreteli," kata Bambang di kompleks parlemen, Kamis (8/10).
Menurut dia, reshuffle atau kocok ulang kabinet bagian dari dinamika biasa. Bambang turut merespons kabar pertemuan antara Presiden Prabowo dan Jokowi pada Selasa (6/10) lalu.
Dia mengaku tak memonitor kabar tersebut karena dalam beberapa hari terakhir sibuk dalam sejumlah rapat di DPR.
"Saya tidak monitor tentang itu, ya. Saya tadi sampaikan bahwa saya beberapa hari ini sibuk di DPR, nggak sempat ke mana-mana," katanya.
Presiden Prabowo kembali melakukan reshuffle 1 Oktober lalu dengan mengganti sejumlah menterinya di Kabinet Merah Putih.
Dalam reshuffle jilid ketujuh itu, Prabowo mengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah menjabat sejak pemerintahan Jokowi.
Prabowo juga turut mengganti Pratikno sebagai Menko PMK, dan menggantinya dengan Sugiono yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri.
Di era Jokowi, Pratikno pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dalam 10 tahun kabinet kerja. Baik Pratikno maupun Listyo, kini sama-sama duduk di Dewan Pertimbangan Presiden.

