TKA China Bentrok dengan Warga Morowali: 21 Dipulangkan, 53 Diperiksa

CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2026 08:33 WIB
Tim gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Nagan Raya memeriksa suhu tubuh Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China saat tiba di Bandar Udara Cut Nyak Dhien Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Jumat (11/9/2020). Berdasarkan data dari Dinas Tenaga kerja dan Tra
Ilustrasi TKA China. ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah memulangkan 21 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke negara asalnya menyusul bentrokan dengan warga lokal di kawasan operasional PT Astima Konstruksi (Askon), Kabupaten Morowali, yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulteng, Kombes Pol Suryono, mengonfirmasi pemulangan puluhan TKA tersebut. Ia memastikan 21 pekerja dari PT Karyatama Konawe Utara (KKU) itu dipulangkan karena tidak terbukti terlibat dalam kerusuhan.

"Iya, dalam perkembangan kasus tersebut, 21 TKA dari PT Karyatama Konawe Utara (KKU) telah kembali ke negara asalnya," kata Suryono dalam keterangannya, Kamis (8/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka tidak ada kaitannya dengan peristiwa rusuh di PT Astima Konstruksi," ungkapnya.

Saat ini, tim penyidik gabungan dari Polres Morowali dan Ditreskrimum Polda Sulteng masih fokus memeriksa 53 TKA lainnya yang diduga kuat bersinggungan dengan kericuhan di area PT Askon.

"53 TKA lainnya yang hingga kini menjalani pemeriksaan dan 1 TKA masih dalam perawatan medis. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami keterkaitan mereka dengan perkara kerusuhan yang terjadi di Morowali," jelas Suryono.

"Penyidik masih mendalami keterangan serta fakta-fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, aparat keamanan mengevakuasi total 75 pekerja asal China dari lokasi kejadian ke Mako Polda Sulteng guna meredam situasi pascabentrokan. Personel gabungan juga disiagakan di Morowali untuk mengantisipasi gangguan keamanan susulan.

"Iya benar, kita telah mengevakuasi 75 (WNA) serta telah membawa WNA tersebut Ke Mako Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, Minggu (4/10).

Terkait jumlah korban dalam insiden tersebut, Reza merinci adanya korban luka dari kedua belah pihak.

"Berdasarkan data korban sementara sampai dengan hari Sabtu (3/10) terdapat terdiri tiga orang WNI dan satu orang WNA mengalami luka-luka. Saat ini, satu orang WNA yang mengalami luka-luka sedang dirawat," ungkapnya.

Kasi Humas Polres Morowali Ipda Yunus menuturkan, ketegangan bermula dari aksi unjuk rasa warga di area operasional PT Askon pada Jumat (2/10). Polisi menduga ada miskomunikasi yang memicu eskalasi protes menjadi bentrokan fisik.

"Kalau sekilas kita dengar itu adanya unras, kemudian mungkin ada miskomunikasi sehingga itu terjadi chaos di situ. Tapi untuk kepastiannya, kita masih kumpulkan data," kata Yunus.

(mir/gil)
placeholder