Satgas Operasi Damai Cartenz dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Jayapura membongkar aksi penyelundupan amunisi ilegal lewat perairan Jayapura, Papua.
Kepala KPPBC TMP C Jayapura, Fungki Awaludin menyebut pengungkapan kasus ini berawal dari laporan keberadaan perahu besar bermesin alias longboat yang membawa barang ilegal tersebut menuju Papua Nugini (PNG).
Ia mengatakan tim gabungan kemudian menemukan kapal dimaksud pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 22.36 WIT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fungki menjelaskan saat hendak diperiksa, awak longboat berupaya menghindar dan membuang sejumlah barang ke laut.
Petugas kemudian melakukan penyisiran di lokasi dan menemukan tiga koli berisi 34 slop atau 340 bungkus hasil tembakau tanpa pita cukai serta 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.
"Untuk rokok ilegal menjadi kewenangan kami, sedangkan amunisi kami serahkan kepada Polda Papua melalui Ditreskrimum untuk ditindaklanjuti," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan barang bukti berupa tas kulit berwarna hitam beserta 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter juga telah diserahkan pada Senin (5/10) kemarin.
Ia mengaku saat ini penyidik gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Ditreskrimum Polda Papua tengah mengusut asal-usul amunisi termasuk pelaku dan tujuan pengiriman.
"Siapa yang mengirim barang, dari mana asalnya, dan ke mana tujuannya. Kami juga akan mengambil keterangan dari beberapa saksi guna membantu mengidentifikasi alat angkut yang digunakan," jelasnya.
Yusuf mengatakan pendalaman tersebut juga dilakukan untuk mengetahui rangkaian peredaran amunisi, termasuk pihak yang membawa, menerima maupun menguasainya. Ia menambahkan identitas awak longboat dan sarana yang digunakan juga masih dalam proses penyelidikan
"Barang bukti ini akan terus didalami bersama penyidik untuk mengetahui asal-usul, jalur peredaran, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan, pengangkutan maupun penguasaan amunisi tersebut," kata dia.